Live
Regional

5 Fakta Begal Keliling di Jakarta Timur, Polisi Ungkap Cara Pelaku Beraksi

Polisi ungkap 5 fakta modus begal keliling di Jaktim, dari berkeliling mencari korban, memepet motor, hingga mengancam dengan sabit.

R

Redaksi

24 September 2026 pukul 09.12

Ilustrasi Begal Motor Beraksi di Jalan Terekam CCTV. (Foto: Tangkapan Layar X)
Ilustrasi Begal Motor Beraksi di Jalan Terekam CCTV. (Foto: Tangkapan Layar X)

Singkatnya

Polisi ungkap 5 fakta modus begal keliling di Jaktim, dari berkeliling mencari korban, memepet motor, hingga mengancam dengan sabit.

Jakarta, 24 September 2026 – Polisi mengungkap modus kelompok begal keliling yang beraksi di wilayah Jakarta Timur (Jaktim) dan sekitarnya. Para pelaku diketahui berkeliling menggunakan dua sepeda motor untuk mencari sasaran sebelum menjalankan aksi pencurian dengan kekerasan.

Kapolsek Pulogadung Kompol Gomos Simamora mengatakan kelompok tersebut terlebih dahulu berkeliling untuk menemukan pengendara yang dianggap menjadi target.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 fakta menarik mengenai modus begal keliling di Jakarta Timur:

1. Pelaku Berkeliling dengan Dua Motor

Kelompok begal tersebut tidak langsung menentukan korban sejak awal. Mereka terlebih dahulu berkeliling menggunakan dua sepeda motor sambil mengamati calon sasaran.

"Kelompok tersebut terlebih dahulu berkeliling menggunakan dua sepeda motor untuk mencari sasaran," kata Gomos.

Aksi itu terjadi pada Jumat, 11 September 2026 sekitar pukul 02.30 WIB. Saat berada di kawasan Jatinegara, salah seorang pelaku melihat pengendara sepeda motor yang kemudian menjadi target.

2. Korban Dibuntuti hingga Dipepet

Setelah menemukan sasaran, para pelaku membuntuti korban dari kawasan Jatinegara hingga Jalan Bekasi Timur Raya, Kelurahan Cipinang.

Pelaku kemudian memepet kendaraan korban sampai korban menghentikan sepeda motornya.

"Pelaku melihat korban yang sedang mengendarai sepeda motornya dan mengatakan 'ikuti motor itu'. Kemudian, para pelaku mengikuti motor tersebut. Lalu, sepeda motornya dipepet hingga korban berhenti," ujar Gomos.

Modus tersebut membuat korban berada dalam posisi terdesak dan sulit menghindari para pelaku.

3. Korban Diancam Menggunakan Sabit

Setelah korban berhenti, salah seorang pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis sabit atau arit untuk mengancam korban.

Pelaku berinisial AS alias Dower mengacungkan senjata tajam tersebut ke arah korban dan memintanya untuk diam.

"Pada saat itu, pelaku AS alias Dower menodongkan senjata tajam ke arah korban dan berkata, 'diam lo!' hingga korban ketakutan dan diam," kata Gomos.

Saat korban tidak melakukan perlawanan, pelaku lainnya yang berinisial J turun dari sepeda motor, menghampiri korban, kemudian mengambil sepeda motor miliknya.

4. Dua Pelaku Ditangkap Setelah Kecelakaan

Polisi telah menangkap dua pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut, yakni AS alias Dower, 24 tahun, dan DP, 30 tahun.

Keduanya ditangkap setelah sepeda motor yang digunakan untuk melarikan diri mengalami kecelakaan karena ditabrak seorang saksi.

Polisi turut mengamankan sebilah senjata tajam jenis sabit atau arit dengan gagang kayu berwarna cokelat serta satu unit sepeda motor Honda Beat hitam dengan nomor polisi AB 6844 W.

5. Polisi Masih Memburu Pelaku Lain

Pengungkapan kasus ini belum sepenuhnya selesai. Polisi masih memburu sejumlah pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Salah satunya berinisial J yang disebut mengambil sepeda motor korban. Selain itu, terdapat pelaku berinisial W yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Menurut Gomos, W melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna biru dongker. Sementara itu, AS alias Dower kemudian bergabung dengan DP untuk melarikan diri menggunakan sepeda motor lainnya.

Para tersangka dijerat dengan ketentuan mengenai pencurian dengan kekerasan dan penggunaan senjata tajam sebagaimana Pasal 479 dan Pasal 307 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Diunggah 24 September 2026 pukul 09.12

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar