Live
Regional

Anak 10 Tahun Jalani Cuci Darah di Lumajang, Kesehatan Ginjal Jadi Perhatian

RSUD dr Haryoto Lumajang mencatat pasien hemodialisis berusia 10 dan 15 tahun. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini.

R

Redaksi

28 September 2026 pukul 14.02

Ilustrasi anak menjalani perawatan di rumah sakit. (Foto: Info Publik)
Ilustrasi anak menjalani perawatan di rumah sakit. (Foto: Info Publik)

Singkatnya

RSUD dr Haryoto Lumajang mencatat pasien hemodialisis berusia 10 dan 15 tahun. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini.

Lumajang — Kesehatan ginjal pada anak perlu mendapat perhatian sejak masa pertumbuhan. Hal tersebut menjadi sorotan setelah RSUD dr Haryoto Lumajang mencatat adanya pasien usia anak yang menjalani layanan hemodialisis atau cuci darah.

Humas RSUD dr Haryoto Lumajang, Agus Wahyudi, mengungkapkan pasien yang menjalani hemodialisis di rumah sakit tersebut berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan remaja.

“Ada yang umur 15 tahun, umur 10 tahun juga ada. Sudah melakukan cuci darah,” ujar Agus di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, seperti dikutip dari laman Info Publik, Senin 28 September 2026.

Adanya pasien hemodialisis berusia 10 tahun menjadi pengingat bahwa gangguan fungsi ginjal tidak hanya berkaitan dengan kelompok usia dewasa. Perhatian terhadap kesehatan ginjal perlu dilakukan sejak anak-anak, termasuk melalui kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.

Agus menekankan pentingnya orang tua memperhatikan pola konsumsi anak. Asupan makanan bergizi seimbang dan kecukupan cairan menjadi bagian dari kebiasaan yang perlu dibangun dalam kehidupan sehari-hari.

Konsumsi minuman kemasan secara berlebihan juga perlu menjadi perhatian. Namun, kondisi pasien yang menjalani cuci darah tidak dapat secara langsung dikaitkan dengan kebiasaan konsumsi tertentu.

Gangguan ginjal pada anak dapat memiliki beragam penyebab dan kondisi setiap pasien berbeda. Karena itu, diperlukan pemeriksaan serta penilaian dari tenaga medis untuk mengetahui kondisi dan faktor yang mendasarinya.

Keluarga juga disarankan tidak melakukan diagnosis sendiri ketika anak mengalami keluhan kesehatan. Apabila terdapat gejala, riwayat penyakit, atau faktor risiko tertentu, pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan dapat membantu memastikan kondisi yang dialami dan menentukan penanganan yang sesuai.

Catatan mengenai pasien anak yang menjalani hemodialisis di RSUD dr Haryoto Lumajang sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran keluarga mengenai kesehatan ginjal. Upaya menjaga kesehatan sejak dini dapat dilakukan melalui penerapan pola hidup sehat dan pemantauan kondisi anak secara berkala.

Dengan perhatian yang lebih baik terhadap kesehatan anak, keluarga dapat lebih cepat mengenali adanya keluhan atau perubahan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan medis. Hal terpenting adalah tidak menyimpulkan penyebab penyakit tanpa pemeriksaan profesional.

Diunggah 28 September 2026 pukul 14.02

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar