Live
Ragam

Hari Tani 2026, Pupuk Indonesia Pastikan Pupuk Petani Makin Terjangkau

Pupuk Indonesia memperkuat dukungan petani lewat penurunan HET pupuk subsidi, penebusan mudah, stok terjaga, dan pendampingan pertanian.

R

Redaksi

25 September 2026 pukul 15.07

Ilustrasi Petani di Sawah. (Foto: Pupuk Indonesia)
Ilustrasi Petani di Sawah. (Foto: Pupuk Indonesia)

Singkatnya

Pupuk Indonesia memperkuat dukungan petani lewat penurunan HET pupuk subsidi, penebusan mudah, stok terjaga, dan pendampingan pertanian.

Jakarta – Memperingati Hari Tani Nasional 2026, PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung petani melalui penyediaan pupuk yang terjangkau dan mudah diakses.

Perusahaan memastikan transformasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada peningkatan efisiensi internal, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani sebagai bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, ketersediaan pupuk, kemudahan penebusan, dan harga yang terjangkau menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah petani.

“Berbagai revitalisasi dan transformasi yang kami lakukan tidak berhenti pada peningkatan efisiensi perusahaan, tetapi harus memberikan manfaat nyata di lapangan bagi petani, termasuk melalui harga pupuk yang semakin terjangkau dan akses yang semakin mudah,” ujar Rahmad seperti dikutip dari laman resmi Pupuk Indonesia, Jumat 25 September 2026.

Harga Pupuk Subsidi Turun hingga 20 Persen

Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat dari penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak Oktober 2025.

Penurunan harga tersebut didukung revitalisasi pabrik yang dilakukan Pupuk Indonesia secara bertahap. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi produksi di sisi hulu sehingga manfaatnya dapat diteruskan kepada petani dalam bentuk harga pupuk yang lebih terjangkau.

Bagi petani, penurunan harga pupuk memberikan ruang untuk mengatur kembali biaya produksi. Toni Afandi dari Kelompok Tani Asahan, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat, mengatakan harga pupuk yang lebih rendah membantu petani menghemat biaya usaha tani.

Penghematan tersebut, kata dia, dapat dialihkan untuk kebutuhan lain seperti pembelian pestisida dan keperluan budidaya tanaman.

Hal serupa disampaikan Ma'ruf Arianto, Ketua Gapoktan Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Menurutnya, turunnya harga pupuk subsidi membuat biaya pemupukan menjadi lebih ringan dan membantu meningkatkan semangat petani dalam menjalankan usaha tani.

Penebusan Pupuk Makin Praktis

Selain harga, Pupuk Indonesia juga memperkuat kemudahan akses pupuk melalui penyederhanaan proses penebusan dan penguatan sistem distribusi.

Pemanfaatan teknologi seperti i-Pubers dan Command Center memungkinkan perusahaan memantau proses penebusan serta kondisi stok secara real-time hingga tingkat kios.

Dengan sistem tersebut, pengelolaan stok dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Hingga 23 September 2026, realisasi penebusan pupuk subsidi tercatat mencapai 6,77 juta ton, atau sekitar 69 persen dari total alokasi pupuk subsidi 2026.

Petani juga merasakan perubahan dalam proses penebusan. Doni, petani dari Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengatakan penebusan menggunakan i-Pubers kini lebih sederhana karena petani cukup membawa KTP.

Menurutnya, kemudahan tersebut membuat petani lebih tenang karena pupuk dapat diperoleh sesuai kebutuhan di kios.

Distribusi Pupuk Disesuaikan Kebutuhan Daerah

Untuk menjaga ketersediaan pupuk, Pupuk Indonesia mengandalkan jaringan logistik terintegrasi yang mencakup pelabuhan, armada kapal, hingga gudang penyimpanan.

Infrastruktur tersebut memungkinkan perusahaan melakukan rekonfigurasi maupun realokasi stok antardaerah ketika terjadi perubahan kebutuhan. Langkah ini menjadi penting terutama ketika permintaan pupuk meningkat pada periode tertentu.

Suhardi, petani dari Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, mengatakan ketersediaan pupuk subsidi di wilayahnya cukup membantu proses budidaya. Ia juga menyebut proses penebusan menggunakan KTP memudahkan petani mendapatkan pupuk saat dibutuhkan.

Tak Hanya Pupuk, Petani Dapat Pendampingan

Dukungan Pupuk Indonesia juga diperluas melalui pengembangan ekosistem pertanian. Sejumlah program seperti Agrosolution, Rembuk Tani, dan TAJUMASE memberikan pendampingan kepada petani sekaligus membuka akses terhadap berbagai kebutuhan usaha tani, termasuk pembiayaan.

Di bidang teknologi, Pupuk Indonesia mengembangkan Precision Farming dan Mobil Uji Tanah. Teknologi tersebut membantu petani memperoleh rekomendasi pemupukan berdasarkan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.

Rahmad menegaskan, Hari Tani Nasional menjadi momentum bagi Pupuk Indonesia untuk terus memperkuat dukungan kepada petani.

“Kami akan terus memperkuat ketersediaan, distribusi, dan kemudahan akses pupuk, karena ketika petani mendapatkan dukungan yang tepat, mereka dapat semakin optimal menjalankan perannya sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional,” tutupnya.

Diunggah 25 September 2026 pukul 15.07

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar