Hoaks Menyudutkan Pekerja Asing Merebak di Jepang, Video Lama Kembali Diviralkan
Hoaks warga asing mencuri logam dari rel kereta Jepang viral di media sosial. Video lama dari luar negeri diberi narasi baru dan ditonton 4,3 juta kali.

Singkatnya
Hoaks warga asing mencuri logam dari rel kereta Jepang viral di media sosial. Video lama dari luar negeri diberi narasi baru dan ditonton 4,3 juta kali.
Tokyo — Informasi palsu yang menuduh warga asing mencuri logam dari jalur kereta api di Jepang menyebar luas di media sosial. Investigasi perusahaan keamanan siber Constella Security Japan menemukan bahwa video lama dari luar negeri digunakan kembali dengan keterangan berbahasa Jepang yang tidak sesuai dengan isi maupun lokasi kejadian.
Temuan tersebut menunjukkan bagaimana rekaman yang tidak berkaitan dengan Jepang dapat dipasangkan dengan narasi baru untuk membangun kesan seolah-olah warga asing menjadi ancaman terhadap keamanan publik.
Dilansir laman Jepang The Mainichi, Minggu 27 September 2026, menurut Constella Security Japan, unggahan dengan narasi seperti “pencurian logam” dan tuduhan warga asing mengambil material dari jalur kereta telah mengumpulkan sekitar 4,3 juta tayangan di X, YouTube, serta sejumlah platform media sosial lainnya hingga 15 September 2026.
Video Lama Diberi Narasi Baru
Salah satu unggahan di X yang beredar sejak Maret 2026 diberi keterangan yang menyebut adanya “pencurian logam oleh warga asing” serta klaim bahwa material tersebut diambil dari jalur kereta api.
Video yang menyertai unggahan memperlihatkan sejumlah orang yang tampak membawa kabel dari sebuah lokasi. Konten serupa juga ditemukan beredar di TikTok.
Namun, hasil penelusuran Constella menunjukkan bahwa video tersebut tidak berkaitan dengan Jepang maupun kasus pencurian di jalur kereta api.
Rekaman tersebut ternyata cocok dengan video yang sebelumnya diunggah di Instagram menggunakan bahasa Arab pada Agustus 2025. Video itu diketahui telah beredar terutama di sejumlah negara Arab dan tidak memiliki kaitan dengan peristiwa yang kemudian dituduhkan dalam unggahan di Jepang.
Ketika video tersebut kembali beredar di Jepang, teks berbahasa Arab yang menyertai rekaman diganti dengan keterangan dalam bahasa Jepang. Keterangan baru itu kemudian mengaitkan video dengan tuduhan pencurian logam oleh warga asing di Jepang.
Berdasarkan penelusuran tersebut, Constella menyimpulkan bahwa informasi yang beredar merupakan konten menyesatkan.
Banyak Disebarkan Akun Anti-Pekerja Asing
Analisis terhadap sejumlah akun di Jepang yang ikut menyebarkan informasi tersebut juga menemukan pola tertentu. Banyak di antaranya sebelumnya pernah mengunggah konten yang menentang penerimaan pekerja asing.
Salah satu akun yang teridentifikasi memiliki sekitar 70.000 pengikut, sehingga unggahan yang dibuat atau dibagikan berpotensi menjangkau audiens yang besar.
Analis Constella, Ryuna Nagamine, mengatakan pola tersebut merupakan salah satu bentuk manipulasi informasi yang kerap terjadi di media sosial. Video yang sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan suatu peristiwa diberi penjelasan baru agar mendukung klaim tertentu.
Nagamine menyarankan pengguna media sosial tidak langsung menyimpulkan isi sebuah video hanya berdasarkan keterangan yang menyertainya.
Pengguna, menurut dia, perlu memisahkan antara rekaman visual dan teks yang ditambahkan pada unggahan. Informasi tersebut kemudian perlu diverifikasi dengan sumber lain sebelum dianggap sebagai fakta.
Hoaks Warga Asing Berulang
Penyebaran informasi palsu mengenai warga asing bukan fenomena baru di Jepang. Klaim serupa pernah muncul setelah gempa bumi dan tsunami besar yang melanda Jepang timur laut pada 2011.
Informasi menyesatkan tentang pencurian yang dilakukan warga asing juga kembali beredar setelah gempa di Prefektur Ishikawa pada 2024.
Dalam beberapa waktu terakhir, konten bernada anti-orang asing juga muncul di tengah momentum pemilihan umum Jepang. Sejumlah klaim mengenai jumlah kejahatan yang dilakukan warga asing beredar meskipun disertai bukti yang lemah.
Organisasi nirlaba dan media di Jepang pun mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi. Pemeriksaan sumber, konteks video, waktu perekaman, serta lokasi kejadian menjadi penting sebelum sebuah unggahan dibagikan lebih luas.
Kasus video “pencurian logam” ini menunjukkan bahwa sebuah rekaman lama dapat diberi konteks baru yang sama sekali berbeda. Karena itu, pengguna media sosial perlu memeriksa bukan hanya apa yang terlihat dalam video, tetapi juga apakah keterangan yang menyertainya benar-benar sesuai dengan fakta.
Diunggah 27 September 2026 pukul 10.19
