Indonesia Sumbang Rp21,4 Miliar untuk UNRWA, Tegaskan Dukungan bagi Palestina
Indonesia kembali berkomitmen menyumbang USD 1,2 juta kepada UNRWA untuk mendukung pengungsi Palestina dan memperkuat upaya pemulihan Gaza.

Singkatnya
Indonesia kembali berkomitmen menyumbang USD 1,2 juta kepada UNRWA untuk mendukung pengungsi Palestina dan memperkuat upaya pemulihan Gaza.
New York – Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap rakyat Palestina dengan melanjutkan kontribusi tahunan sebesar USD 1,2 juta atau sekitar Rp21,4 miliar kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam forum tingkat menteri untuk mendukung UNRWA yang berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026) waktu setempat.
Sugiono mengatakan kontribusi tersebut merupakan bentuk konsistensi Indonesia dalam mendukung UNRWA yang memiliki peran penting dalam memberikan layanan dan bantuan kepada jutaan pengungsi Palestina.
“Komitmen Indonesia tetap teguh dan konsisten, dan tahun ini kami akan melanjutkan kontribusi tahunan sebesar USD 1,2 juta dolar kepada UNRWA,” kata Sugiono.
Indonesia Soroti Tekanan terhadap UNRWA
Indonesia menilai keberadaan UNRWA masih dibutuhkan oleh jutaan pengungsi Palestina yang bergantung pada bantuan kemanusiaan. Karena itu, Indonesia mendorong agar UNRWA dapat menjalankan mandatnya secara penuh dan efektif.
Dalam forum tersebut, Sugiono juga menyampaikan keprihatinan atas pengambilalihan Pusat Pelatihan Kalandia milik UNRWA di Yerusalem Timur oleh tentara Israel pada Agustus 2026.
Menurut keterangan Indonesia, sekitar 20 staf UNRWA diusir dari lokasi tersebut. Pusat pelatihan yang didirikan pada 1952 itu merupakan salah satu fasilitas UNRWA yang menyediakan pelatihan teknis dan kejuruan bagi pengungsi muda Palestina.
Sugiono menilai tindakan tersebut berdampak terhadap operasional UNRWA dan menyatakan bahwa properti PBB perlu dihormati berdasarkan hukum internasional.
“Tindakan ini menghambat operasional badan tersebut dan melanggar prinsip inviolabilitas properti PBB berdasarkan hukum internasional. Hal ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi,” tegasnya.
Indonesia juga mengajak negara-negara lain memperkuat dukungan terhadap UNRWA, baik melalui kontribusi maupun dukungan terhadap pelaksanaan mandat lembaga tersebut.
Palestina Jadi Fokus Diplomasi Indonesia
Dukungan kepada UNRWA menjadi bagian dari rangkaian diplomasi Indonesia mengenai Palestina selama High-Level Week Sidang Umum PBB 2026.
Sejak awal pekan, delegasi Indonesia mengikuti sejumlah forum yang membahas perdamaian, pemulihan, dan masa depan Palestina.
Pada 21 September, Sugiono menghadiri pertemuan Group of Eight, yang melibatkan Indonesia, Qatar, Türkiye, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Dalam forum itu, Indonesia mendorong negara-negara anggota menjaga kesatuan pesan dan momentum diplomasi untuk perdamaian Palestina.
Sehari kemudian, delegasi Indonesia mengikuti pertemuan tingkat tinggi bertajuk The Road Ahead: One Year After the New York Declaration. Indonesia termasuk 142 negara yang mendukung Deklarasi New York, yang menjadi salah satu rujukan dalam upaya internasional mendorong penyelesaian isu Palestina melalui Solusi Dua Negara.
Pada 23 September, Indonesia juga berpartisipasi dalam forum mengenai pemulihan awal Gaza. Dalam kesempatan tersebut, Sugiono menekankan pentingnya penghentian kekerasan, gencatan senjata, serta akses bantuan kemanusiaan.
Menurut Indonesia, pemulihan layanan dasar, infrastruktur, dan penghidupan masyarakat Gaza perlu segera dilakukan. Proses rekonstruksi juga ditekankan agar dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Palestina.
“Bagi rakyat Gaza, perdamaian harus berarti lebih dari sekadar tidak adanya kekerasan. Mereka harus dapat membangun kembali kehidupan yang layak dan bermartabat,” ujar Sugiono.
Melalui kontribusi kepada UNRWA dan keterlibatan dalam berbagai forum internasional, Indonesia menyatakan akan terus mendukung bantuan kemanusiaan, pemulihan Gaza, serta upaya diplomatik menuju perdamaian Palestina.
Diunggah 25 September 2026 pukul 16.22
