Jamkrindo dan IFG Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelestarian Budaya
IFG dan Jamkrindo mendorong UMKM naik kelas melalui pelestarian budaya, ekonomi kreatif, literasi keuangan, dan perluasan akses pembiayaan.

Singkatnya
IFG dan Jamkrindo mendorong UMKM naik kelas melalui pelestarian budaya, ekonomi kreatif, literasi keuangan, dan perluasan akses pembiayaan.
Bandung – Indonesia Financial Group (IFG) bersama PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo mendorong penguatan UMKM dan ekonomi kreatif melalui kolaborasi berbasis budaya. Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan Ruang Resonansi IFG Group 2026 yang mengangkat tema “Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya”.
Seperti dilansir laman resmi Jamkrindo, Selasa 29 September 2026, kegiatan yang berlangsung di Gedung IFG Life Asia Afrika, Bandung pada akhir pekan lalu ini mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pelaku UMKM, seniman, komunitas, generasi muda hingga dunia usaha.
Wakil Jaksa Agung RI Asep N. Mulyana mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, ruang kolaborasi seperti Ruang Resonansi dapat mempertemukan warisan budaya dengan kreativitas generasi masa kini.
Ia menilai budaya tidak semestinya hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu. Kekayaan budaya dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Saya mengapresiasi ruang bagi UMKM dalam kegiatan ini. Di balik sebuah produk terdapat kerja dan pengetahuan keluarga serta komunitas. Ketika masyarakat mengenal pembuatnya dan menghargai kualitasnya, pelestarian budaya ikut memberi manfaat ekonomi,” ujar Asep.
Budaya Jadi Sumber Inspirasi UMKM
Asep juga menyampaikan tiga hal yang perlu menjadi perhatian generasi muda. Pertama, mengenali akar budaya sebagai bagian dari identitas sekaligus sumber inspirasi dalam berkarya.
Kedua, kebebasan berekspresi harus berjalan bersama tanggung jawab dengan tetap menghormati karya dan para pelaku budaya. Ketiga, diperlukan kolaborasi antara seniman, komunitas, UMKM, dunia usaha, serta generasi muda.
Ia turut mendorong IFG Group, Jamkrindo, dan seluruh mitra agar terus membuka akses masyarakat untuk mengenal bangunan bersejarah sekaligus memberikan ruang kepada talenta dan pelaku UMKM lokal.
“Warisan budaya akan terus hidup melalui perhatian dan tindakan kita. Mari jadikan Ruang Resonansi sebagai tempat untuk mendengar cerita, membangun kerja sama, dan melahirkan karya yang berakar pada identitas bangsa,” kata Asep.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik. Ia menyebut Ruang Resonansi sejalan dengan upaya pendampingan dan pemberdayaan UMKM agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas serta daya saing.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 OJK Arieck Priyatna menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan dinilai penting agar pelaku usaha dapat mengambil keputusan keuangan secara tepat dan menjaga keberlanjutan bisnis.
IFG Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif
Direktur SDM dan Hukum IFG Rizal Ariansyah mengatakan budaya memiliki posisi penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Kekayaan budaya Indonesia dapat menjadi sumber ide untuk menghasilkan karya sekaligus menciptakan peluang usaha baru.
“Budaya bukan hanya warisan yang perlu kita jaga, tetapi juga sumber inspirasi yang dapat melahirkan kreativitas dan membuka peluang ekonomi. Karena itu, melalui Ruang Resonansi, IFG ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan nilai budaya, kreativitas, dan pemberdayaan UMKM sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Rizal.
Menurut dia, penguatan ekosistem diperlukan agar potensi ekonomi yang bersumber dari kekayaan budaya dapat berkembang secara berkelanjutan. Dukungan kepada UMKM tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga mencakup pembangunan ekosistem usaha.
“Ketika budaya mampu diterjemahkan menjadi karya dan produk bernilai ekonomi, maka kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang bagi masyarakat untuk tumbuh. Di sinilah pentingnya sinergi antar-entitas dalam ekosistem IFG,” katanya.
Jamkrindo Perluas Akses Pembiayaan UMKM
Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menilai budaya dan UMKM memiliki keterkaitan erat. Berbagai kekayaan budaya Indonesia tetap hidup melalui aktivitas pelaku usaha di sektor kerajinan, kuliner, seni, musik, hingga produk kreatif lokal.
“Budaya dapat menjadi sumber inspirasi, kreativitas, dan pertumbuhan bagi UMKM. Karena itu, pelestarian budaya dan pengembangan UMKM seharusnya berjalan bersama,” ujar Abdul Bari.
Sebagai perusahaan penjaminan, Jamkrindo turut mengambil peran dengan membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha ekonomi kreatif, seni, dan budaya.
“Sebagai perusahaan penjaminan, kami berkomitmen untuk membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya. Penjaminan membuka kesempatan agar UMKM dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak yang lebih luas,” katanya.
Diunggah 29 September 2026 pukul 04.58
