Laporan KDRT di Korea Selatan Melonjak 44,5 Persen Saat Libur Chuseok
Laporan KDRT di Korea Selatan melonjak 44,5 persen selama libur Chuseok 2025. Polisi menerima 8.017 laporan dalam tujuh hari masa liburan.

Singkatnya
Laporan KDRT di Korea Selatan melonjak 44,5 persen selama libur Chuseok 2025. Polisi menerima 8.017 laporan dalam tujuh hari masa liburan.
Seoul — Laporan kekerasan dalam rumah tangga di Korea Selatan mengalami peningkatan tajam selama periode libur Chuseok. Data kepolisian menunjukkan jumlah laporan harian pada masa liburan tahun lalu naik 44,5 persen dibandingkan rata-rata hari biasa.
Dilansir laman Korea Times, berdasarkan data Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan yang diperoleh anggota parlemen Kim Yea-ji, polisi menerima 8.017 laporan kekerasan dalam rumah tangga melalui layanan darurat 112 selama tujuh hari libur Chuseok pada 3-9 Oktober 2025.
Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 1.145 laporan per hari. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian sepanjang 2025 yang berada di kisaran 792 laporan.
Lonjakan laporan tersebut menjadi perhatian aparat menjelang periode libur Chuseok tahun ini. Kepolisian Korea Selatan berencana meningkatkan perlindungan bagi korban kekerasan dalam rumah tangga maupun tindak kriminal lain yang berkaitan dengan hubungan personal.
Tren KDRT Meningkat Setiap Tahun
Data kepolisian menunjukkan peningkatan laporan KDRT selama periode Chuseok terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2021, rata-rata laporan KDRT selama libur Chuseok tercatat 914 kasus per hari. Angka tersebut menjadi 915 laporan per hari pada 2022, kemudian meningkat menjadi 937 pada 2023.
Pada 2024, rata-rata laporan harian kembali naik menjadi 1.049 kasus. Setahun kemudian, angka tersebut mencapai 1.145 laporan per hari.
Jika dilihat berdasarkan total laporan selama masa liburan, polisi menerima 4.568 laporan pada Chuseok 2021 yang berlangsung lima hari. Pada 2022, tercatat 3.660 laporan selama empat hari.
Selanjutnya, sebanyak 5.623 laporan diterima selama enam hari libur Chuseok pada 2023. Pada 2024, terdapat 5.246 laporan selama lima hari masa liburan.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa periode libur panjang menjadi salah satu perhatian dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan domestik.
Polisi Tingkatkan Perlindungan Korban
Tingginya laporan kekerasan dalam rumah tangga selama Chuseok membuat kepolisian meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi periode liburan tahun ini.
Aparat berencana memperkuat perlindungan terhadap korban KDRT serta korban tindak kejahatan lain yang terjadi dalam hubungan personal. Di sisi lain, polisi juga menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.
Data tahunan turut menunjukkan besarnya jumlah laporan KDRT yang harus ditangani kepolisian. Sepanjang 2025, layanan darurat 112 menerima total 289.368 laporan kekerasan dalam rumah tangga.
Dengan meningkatnya mobilitas dan aktivitas keluarga selama masa liburan, kepolisian menempatkan penanganan kasus kekerasan domestik sebagai salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus selama Chuseok.
Peningkatan laporan selama beberapa tahun terakhir juga menjadi dasar bagi aparat untuk memperkuat langkah pencegahan, respons cepat, serta perlindungan korban selama periode libur panjang.
Diunggah 27 September 2026 pukul 23.07
