Marinir Indonesia Terima 12 Kendaraan Amfibi Buatan AS Senilai Rp369 Miliar
AS menyerahkan 12 kendaraan amfibi AAV kepada Korps Marinir Indonesia. TNI AL membeli 35 unit senilai lebih dari US$23 juta melalui skema FMS.

Singkatnya
AS menyerahkan 12 kendaraan amfibi AAV kepada Korps Marinir Indonesia. TNI AL membeli 35 unit senilai lebih dari US$23 juta melalui skema FMS.
Jakarta — Amerika Serikat menyerahkan sejumlah Kendaraan Amfibi Serbu atau Assault Amphibious Vehicles (AAV) kepada Korps Marinir Indonesia (Kormar) dalam sebuah upacara di Markas Batalyon Infanteri ke-6, Cilandak, Jakarta.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus menandai masuknya sebagian kendaraan hasil pengadaan TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui skema Foreign Military Sales (FMS) dengan pemerintah Amerika Serikat.
Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin 28 September 2026, upacara penyambutan dihadiri Penjabat Wakil Duta Besar AS Aqueelah T. Johnson, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta sejumlah kepala staf angkatan TNI.
Aqueelah mengatakan pengadaan kendaraan amfibi tersebut menunjukkan komitmen kedua negara dalam memperkuat kesiapan pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.
"Pengadaan Assault Amphibious Vehicles oleh Indonesia menunjukkan komitmen bersama kita untuk meningkatkan keamanan dan kesiapan di seluruh kawasan Indo-Pasifik melalui modernisasi peralatan pertahanan," ujar Aqueelah.
Ia menambahkan, kendaraan tersebut merupakan platform buatan Amerika Serikat yang telah digunakan dalam berbagai operasi militer.
"Saya bangga melihat kemitraan yang terus kita bangun semakin memperkuat keamanan kawasan melalui penggunaan platform buatan Amerika Serikat yang telah teruji dalam pertempuran," katanya.
Indonesia Pesan 35 Unit AAV
Dalam tahap awal pengadaan, TNI AL membeli 35 unit AAV dengan nilai lebih dari US$23 juta. Pengadaan ini disebut menjadi salah satu pembelian dalam skala besar Indonesia melalui skema FMS dalam beberapa tahun terakhir.
Sebanyak 12 unit kendaraan telah tiba di Indonesia pada 22 September 2026. Armada tersebut terdiri atas 11 unit AAVP7 yang berfungsi sebagai kendaraan pengangkut personel dan satu unit AAVC7 yang digunakan untuk kebutuhan komando.
Kendaraan AAV dirancang untuk mendukung operasi amfibi, termasuk pergerakan pasukan dari wilayah laut menuju daratan. Kemampuan tersebut dinilai relevan dengan karakter geografis Indonesia yang memiliki wilayah kepulauan.
Korps Marinir Indonesia dan Korps Marinir Amerika Serikat sama-sama telah menggunakan generasi AAV tersebut. Kehadiran kendaraan ini diharapkan menambah kemampuan operasional Kormar dalam menjalankan berbagai misi dari laut ke daratan.
Berencana Tambah 70 Unit
Selain 35 unit dalam tahap awal, Indonesia disebut memiliki rencana untuk memperoleh 70 unit AAV tambahan.
Penambahan tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan operasional Korps Marinir Indonesia di berbagai wilayah kepulauan.
Amerika Serikat menyatakan akan terus mendukung kerja sama pertahanan dengan Indonesia, termasuk ketika Indonesia mempertimbangkan sejumlah opsi untuk meningkatkan kemampuan Kormar.
Kerja sama tersebut mencakup dukungan terhadap modernisasi pertahanan Indonesia serta penguatan hubungan keamanan kedua negara.
Amerika Serikat menyatakan komitmennya untuk melanjutkan kemitraan pertahanan dengan Indonesia guna mendukung perdamaian, stabilitas, dan kesiapan di kawasan Indo-Pasifik.
Diunggah 28 September 2026 pukul 12.05
