MUI Apresiasi Walk Out Delegasi Indonesia Saat Netanyahu Berpidato di PBB
MUI mengapresiasi aksi walk out delegasi Indonesia saat Netanyahu berpidato di PBB dan mendorong langkah diplomasi lebih konkret untuk Palestina.

Singkatnya
MUI mengapresiasi aksi walk out delegasi Indonesia saat Netanyahu berpidato di PBB dan mendorong langkah diplomasi lebih konkret untuk Palestina.
Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi sikap delegasi Indonesia yang meninggalkan ruang sidang atau melakukan walk out ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menilai tindakan tersebut menunjukkan konsistensi Indonesia dalam menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina serta sikap penolakan terhadap penjajahan.
“Langkah walk out tersebut wujud komitmen dan konsistensi Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina,” ujar Prof Niam seperti dilansir laman resmi MUI, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, sikap yang ditunjukkan diplomat Indonesia dalam forum internasional tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dalam konstitusi Indonesia ditegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan.
MUI Dorong Langkah Diplomasi Lebih Lanjut
Meski mengapresiasi aksi tersebut, MUI menilai sikap diplomatik di forum PBB tidak cukup jika hanya berhenti pada tindakan simbolis. Pemerintah Indonesia dinilai perlu melanjutkannya dengan langkah politik dan diplomasi yang lebih konkret di tingkat internasional.
Prof Niam mendorong pemerintah memperkuat upaya membangun dukungan dari negara-negara lain untuk isu Palestina. Selain itu, ia juga menyerukan adanya langkah untuk mendorong penegakan hukum internasional terhadap dugaan kejahatan kemanusiaan.
“Apresiasi ini perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah politik lanjutan yang lebih nyata. Termasuk penguatan penggalangan dukungan internasional, penegakan hukum global atas kejahatan kemanusiaan Israel,” katanya.
Ia juga menyebut konsistensi terhadap aksi boikot produk yang dinilai mendukung agresi dan pendudukan Israel sebagai salah satu langkah yang menurutnya perlu diperhatikan.
Indonesia Konsisten Dukung Palestina
Aksi walk out delegasi Indonesia berlangsung ketika Netanyahu bersiap menyampaikan pidato dalam Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat.
Sejumlah delegasi negara lain juga meninggalkan ruang sidang sebelum Netanyahu berbicara. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi dalam forum internasional yang dihadiri perwakilan negara-negara anggota PBB.
Bagi MUI, sikap tersebut perlu menjadi bagian dari konsistensi kebijakan Indonesia dalam memperjuangkan isu kemanusiaan dan hak rakyat Palestina.
Prof Niam berharap pemerintah Indonesia tetap aktif mengawal persoalan Palestina melalui berbagai jalur diplomasi internasional. Menurutnya, dukungan terhadap Palestina tidak hanya berkaitan dengan isu politik, tetapi juga menyangkut persoalan kemanusiaan dan hak untuk menentukan masa depan sendiri.
MUI berharap peran Indonesia di tingkat global terus diperkuat agar dukungan terhadap rakyat Palestina dapat diwujudkan melalui berbagai langkah diplomatik yang konkret dan berkelanjutan.
Diunggah 25 September 2026 pukul 14.32
