Live
Bisnis

Pelindo Terapkan OPS di Tanjung Priok, Emisi Kapal Bisa Turun hingga 75 Persen

Pelindo meluncurkan OPS di Tanjung Priok untuk memasok listrik kapal dari darat dan menekan emisi gas buang hingga 75 persen.

R

Redaksi

26 September 2026 pukul 05.42

Ilustrasi Pelabuhan. (Foto: Pelindo)
Ilustrasi Pelabuhan. (Foto: Pelindo)

Singkatnya

Pelindo meluncurkan OPS di Tanjung Priok untuk memasok listrik kapal dari darat dan menekan emisi gas buang hingga 75 persen.

Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mulai mengoperasikan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Fasilitas ini menjadi bagian dari langkah perusahaan mendorong transformasi pelabuhan menuju konsep green port yang lebih ramah lingkungan.

Seperti dilansir laman resmi Pelindo, Jumat 25 September 2026, layanan OPS resmi diluncurkan pada 16 September 2026 di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004, Pelabuhan Tanjung Priok. Fasilitas listrik darat tersebut memiliki kapasitas 500 kVA dan memungkinkan kapal yang sedang bersandar memperoleh pasokan listrik langsung dari darat.

Dengan teknologi ini, kapal tidak perlu terus mengoperasikan auxiliary engine untuk memenuhi kebutuhan listrik selama berada di dermaga.

Pengoperasian OPS dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, KSOP Utama Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, INSA, PT PLN (Persero), serta jajaran Pelindo Group.

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Capt. Heru Susanto mengatakan, penerapan OPS berpotensi menjadi salah satu contoh penerapan teknologi kelistrikan darat untuk mendukung transformasi pelabuhan di Indonesia.

“Kami yakin implementasi OPS di Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi best practice dan menjadi bagian dari transformasi pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menuju pelabuhan yang lebih hijau, efisien, berdaya saing dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kurangi Penggunaan BBM dan Emisi Kapal

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan, pengembangan OPS merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun ekosistem pelabuhan yang lebih hijau sekaligus mengikuti perkembangan standar industri maritim global.

Menurut Achmad, OPS tidak hanya mengganti sumber listrik kapal dari mesin genset menjadi pasokan listrik darat. Teknologi tersebut juga memberikan dampak terhadap efisiensi operasional dan lingkungan.

“OPS bukan sekadar menggantikan sumber listrik kapal dari genset menjadi listrik darat. Ini merupakan langkah konkret dalam transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port, dengan menghadirkan energi yang lebih efisien, lebih bersih, dan lebih andal,” kata Achmad.

Ketika kapal terhubung dengan fasilitas OPS, kebutuhan listrik seperti hotel load, reefer, pompa, dan berbagai peralatan operasional lainnya dapat dipenuhi dari jaringan listrik darat.

Dengan demikian, auxiliary engine kapal dapat dimatikan selama kapal menggunakan layanan OPS.

Penggunaan sistem tersebut juga berpotensi mengurangi konsumsi BBM selama kapal bersandar. Selain itu, berkurangnya waktu operasi mesin bantu dapat menekan kebutuhan pemeliharaan sekaligus mengurangi kebisingan dan getaran di sekitar area dermaga.

Emisi Gas Buang Diperkirakan Turun 75 Persen

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, penerapan OPS diperkirakan mampu mengurangi emisi gas buang kapal hingga 75 persen.

Selama kapal sepenuhnya menggunakan listrik dari darat, emisi lokal yang berasal dari cerobong mesin bantu, seperti nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), dan partikulat, dapat dihilangkan.

Pelindo juga menggandeng PT PLN (Persero) untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik yang andal dalam mendukung pengoperasian OPS.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap transformasi sektor kepelabuhanan dan transisi energi.

“Lewat kolaborasi ini, kami ingin mendorong produktivitas melalui penghematan para pelaku usaha di bidang maritim dan mengoptimalkan aktivitas pelabuhan, sekaligus menekan emisi yang dihasilkan,” ujar Darmawan.

Penerapan OPS di Tanjung Priok diharapkan menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pelabuhan yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.

Diunggah 26 September 2026 pukul 05.42

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar