Live
Nasional

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air, Kamis 8 Oktober 2026

BNPB melaporkan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, dari Sumatra hingga Papua. Warga diminta tidak membakar lahan dan waspada terhadap api.

R

Redaksi

8 Oktober 2026 pukul 06.17

Petugas segera merespon laporan warga adanya karhutla di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (7/10). (Foto: BPBD Kab. Trenggalek)
Petugas segera merespon laporan warga adanya karhutla di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (7/10). (Foto: BPBD Kab. Trenggalek)

Singkatnya

BNPB melaporkan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, dari Sumatra hingga Papua. Warga diminta tidak membakar lahan dan waspada terhadap api.

Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan pembaruan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis 8 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, kejadian kebakaran dilaporkan mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi hingga Papua.

Di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, kebakaran melanda kebun karet milik PT Huma Indah Mekar pada Selasa (6/10). Api muncul di lebih dari satu titik dan penyebabnya masih dalam penyelidikan. Kebakaran menghanguskan sekitar 78,2 hektare lahan, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Api dilaporkan telah padam pada Rabu (7/10) pukul 23.00 WIB.

Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Api muncul di lahan kebun yang ditumbuhi rumpun bambu di Desa Kububatu, Kecamatan Way Khilau. Kebakaran diduga berasal dari bekas pembakaran lahan yang kembali menyala akibat angin kencang. Sekitar 2 hektare lahan terdampak dan api berhasil dipadamkan.

Karhutla Terjadi di Sumatra hingga Jawa

Di Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran terjadi di Kabupaten Bangka Barat dan Kota Pangkalpinang. Di Bangka Barat, sekitar 1 hektare lahan terbakar di Desa Air Belo, Kecamatan Muntok. Penanganan sempat menghadapi kendala angin kencang, kondisi lahan gambut, serta pompa yang tidak dapat digunakan. Api akhirnya padam pada Rabu sore.

Sementara di Pangkalpinang, kebakaran terjadi di sekitar TPU Sinar Bulan, Kelurahan Temberan. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 2 hektare. Tim gabungan berhasil memadamkan api sekitar 20 menit setelah kejadian dilaporkan.

Pulau Jawa juga menghadapi kejadian serupa. Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kebakaran melanda sekitar 1 hektare lahan di Desa Giritirto. Penyebabnya masih diselidiki dan api telah berhasil dipadamkan. Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Grobogan dengan luas sekitar 1 hektare. Petugas melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali.

Di Jawa Timur, kebakaran terjadi di Kabupaten Trenggalek. Lahan milik warga dan kawasan hutan Perum Perhutani di Petak 78 A, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, terbakar sekitar 3,5 hektare. Api berhasil dipadamkan pada Rabu (7/10) pukul 14.30 WIB.

Sulawesi dan Papua Selatan Ikut Terdampak

Rangkaian karhutla juga terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi. Di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, sekitar 8 hektare lahan terbakar di Dusun Ratte, Desa Palipi. Sementara di Polewali Mandar, sekitar 10 hektare lahan di Desa Beroangin terbakar. Kebakaran diduga dipicu pembakaran lahan yang ditinggalkan ketika api belum sepenuhnya padam.

Di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, kebakaran berdampak pada sekitar 10 hektare lahan. Namun, berdasarkan pemantauan terakhir, area yang terbakar sekitar 2 hektare dan api telah berhasil dipadamkan.

Kebakaran juga terjadi di Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Di Minahasa, sekitar 3,5 hektare lahan terbakar, sedangkan di Talaud luas lahan terdampak mencapai sekitar 4 hektare. Kedua lokasi dilaporkan sudah dalam kondisi padam.

Sementara itu, kondisi yang masih membutuhkan perhatian terjadi di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Kebakaran dilaporkan melanda wilayah Kampung Naga dan sekitarnya dengan luas lahan terbakar sekitar 20 hektare.

Penanganan di lokasi menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan armada, personel, sarana dan prasarana, logistik, akses menuju lokasi, serta minimnya sumber air. Pemantauan terakhir juga masih menemukan titik api dan asap sehingga penanganan terus dilakukan.

BNPB Ingatkan Warga Tidak Membakar Lahan

BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang mengalami kondisi kering dan memiliki potensi kebakaran tinggi.

Masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Warga juga diimbau tidak membuang puntung rokok atau benda yang masih menyala sembarangan serta memastikan bara dari pembakaran sampah maupun lahan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

Selain itu, masyarakat dianjurkan menyiapkan sumber air, alat pemadam sederhana, dan sekat bakar di sekitar kebun atau permukiman. Warga juga perlu mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman.

Ketika asap tebal terjadi, BNPB mengimbau masyarakat menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar rumah. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.

BNPB juga meminta warga segera melaporkan titik api atau asap kepada perangkat desa, BPBD, pemadam kebakaran, maupun aparat setempat. Masyarakat diingatkan tidak mencoba memadamkan kebakaran berukuran besar seorang diri dan tetap mengikuti informasi cuaca serta peringatan dini dari sumber resmi.

Diunggah 8 Oktober 2026 pukul 06.17

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar