Polda Metro Jaya Siapkan 26 Ribu Personel Kawal Aksi 24 September
Polda Metro Jaya menyiapkan 26.386 personel untuk mengawal 99 kegiatan pada 24 September 2026 agar penyampaian aspirasi berlangsung tertib.

Singkatnya
Polda Metro Jaya menyiapkan 26.386 personel untuk mengawal 99 kegiatan pada 24 September 2026 agar penyampaian aspirasi berlangsung tertib.
Jakarta, 24 September 2026 - Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum pada Kamis, 24 September 2026. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, damai, dan tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
Data Polda Metro Jaya mencatat terdapat 99 kegiatan yang berlangsung di wilayah hukumnya serta kawasan penyangga. Dari jumlah tersebut, 73 merupakan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, sementara 26 lainnya berupa kegiatan masyarakat.
Persiapan pengamanan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dan Tactical Floor Game (TFG). Kegiatan tersebut melibatkan Polda Metro Jaya, Mabes Polri, Kodam Jaya/TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, personel yang diterjunkan tidak hanya bertugas mengamankan kegiatan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada peserta aksi dan masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurut Budi, penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat yang perlu dihormati. Karena itu, kepolisian mengedepankan pendekatan dialogis dan persuasif dalam mengawal kegiatan.
“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan mengawal agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab,” ujar Budi dalam keterangan tertulis.
Sebanyak 26.386 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta Pamdal Gedung MPR/DPR RI disiapkan. Personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis sesuai kebutuhan pengamanan.
Penempatan antara lain mencakup kawasan Monas sebanyak 4.020 personel, Bundaran HI 4.051 personel, serta kompleks DPR/MPR RI sebanyak 3.663 personel. Selain itu, 8.914 personel disiapkan untuk penyekatan dan FKPMS, 2.055 personel untuk Kamseltibcarlantas, serta 1.841 personel untuk penegakan hukum.
Personel lainnya ditempatkan di Mapolda, wilayah patroli, TMII, Kementan dan Danantara, Semanggi, Komnas HAM, Pengadilan Tinggi, hingga tim patroli pengawalan unjuk rasa.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa arus kendaraan secara situasional. Pengaturan akan disesuaikan dengan kepadatan kendaraan, jumlah massa, serta perkembangan kondisi di lapangan.
Masyarakat yang tidak memiliki keperluan di sekitar lokasi kegiatan diimbau mengatur perjalanan lebih awal dan menyiapkan jalur alternatif. Informasi mengenai kondisi lalu lintas dapat dipantau melalui kanal media sosial TMC Polda Metro Jaya.
Polda Metro Jaya juga mengingatkan peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, menaati ketentuan yang berlaku, menghormati pengguna fasilitas umum, serta menjaga hak masyarakat lain untuk beraktivitas.
Budi menegaskan, pengamanan diarahkan untuk menjaga ruang penyampaian aspirasi sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.
“Polri untuk Demokrasi. Kami hadir untuk menjaga ruang demokrasi sekaligus melindungi ketenteraman aktivitas masyarakat umum. Sampaikan aspirasi dengan damai, hormati masyarakat yang tetap beraktivitas, dan bersama-sama jaga Jakarta,” pungkasnya.
Diunggah 24 September 2026 pukul 06.19
