Live
Bisnis

Prabowo Dorong Optimalisasi Aset BUMN dan Perluas Kerja Sama dengan Swasta

Presiden Prabowo mendorong optimalisasi aset BUMN agar lebih produktif dan efisien, sekaligus membuka ruang kerja sama lebih luas dengan sektor swasta.

R

Redaksi

6 Oktober 2026 pukul 05.30

Rapat terbatas yang dipimpin Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026). (Foto: Kemensetneg RI)
Rapat terbatas yang dipimpin Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026). (Foto: Kemensetneg RI)

Singkatnya

Presiden Prabowo mendorong optimalisasi aset BUMN agar lebih produktif dan efisien, sekaligus membuka ruang kerja sama lebih luas dengan sektor swasta.

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih produktif dan memberikan hasil yang optimal. Arahan tersebut menjadi bagian dari kelanjutan program streamlining BUMN yang tengah dijalankan pemerintah.

Seperti dilansir laman resmi Kementerian Sekretariat Negara, Selasa 6 Oktober 2026, hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin kemarin (5/10/2026).

Menurut Rosan, pemerintah tidak hanya akan melanjutkan proses penataan BUMN, tetapi juga memasuki tahap berikutnya dengan fokus pada optimalisasi aset, peningkatan produktivitas, dan efisiensi perusahaan.

“Tadi bicara bagaimana kita meningkatkan, kan program streamlining kita di BUMN ini berjalan, nah gimana tadi dibicarakan bagaimana kita sekarang next step-nya di tahun 2027 awal itu meningkatkan, ya sekarang kita sedang lakukan, optimalisasi aset-aset BUMN, kemudian juga meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, termasuk juga kita membuka untuk kerja sama yang lebih luas kepada private sector, kepada dunia usaha,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Ia mengatakan pemerintah selanjutnya akan menyusun langkah konsolidasi terhadap berbagai program penataan BUMN yang telah berjalan. Optimalisasi aset menjadi salah satu fokus utama dalam tahap lanjutan tersebut.

“Jadi program-program itu nanti kita akan susun untuk kita mulai konsolidasi yang sudah berjalan, mungkin next step-nya bagaimana kita mengoptimalisasi aset-aset ini,” tambahnya.

Aset BUMN Dinilai Belum Optimal

Rosan menjelaskan, perhatian pemerintah terhadap aset BUMN didorong oleh besarnya nilai aset yang belum sepenuhnya tercermin dalam pendapatan atau arus kas perusahaan.

Karena itu, Presiden Prabowo meminta agar aset yang dimiliki BUMN dikelola secara lebih produktif melalui perencanaan yang matang, terukur, dan terstruktur.

“Mungkin in term of asset kita besar, tapi in term of cashflow-nya, pendapatannya berbanding asetnya masih sangat kecil. Nah ini yang Bapak Presiden memberikan arahan bagaimana sekarang kita mengoptimalkan aset-aset yang ada di BUMN ini dengan tentunya perencanaan yang baik, terukur, terstruktur, karena kita sovereign wealth fund, memberikan juga keuntungan, yield yang baik juga,” ungkap Rosan.

Pemerintah nantinya akan melakukan analisis secara menyeluruh terhadap aset-aset BUMN untuk melihat potensi pengembangan dan pemanfaatannya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kinerja perusahaan negara.

Ruang Kerja Sama dengan Swasta Diperluas

Selain optimalisasi internal, pemerintah juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan sektor swasta dan dunia usaha.

Rosan mengatakan tidak seluruh kegiatan atau aset BUMN harus dikembangkan sendiri oleh perusahaan negara. Untuk bidang yang tidak berkaitan dengan kepentingan strategis, sektor swasta dapat diberikan ruang lebih besar untuk ikut mengembangkan usaha.

“Kalau misalnya dunia usaha atau private sector bisa melakukan lebih baik, dan itu memang itu bukan hal-hal yang sifatnya strategis, ya kita memberikan ruang lebih besar kepada dunia usaha untuk pengembangan usaha-usahanya,” kata Rosan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi BUMN agar lebih efisien dan produktif. Penataan perusahaan negara tidak hanya diarahkan pada konsolidasi, tetapi juga bagaimana aset yang tersedia dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Dengan optimalisasi aset dan pembukaan ruang kolaborasi dengan sektor swasta, pemerintah berharap BUMN dapat meningkatkan produktivitas serta memberikan imbal hasil yang lebih baik. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda penataan BUMN yang akan terus dilanjutkan memasuki 2027.

Diunggah 6 Oktober 2026 pukul 05.30

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Prabowo Dorong Optimalisasi Aset BUMN dan Perluas Kerja Sama dengan Swasta | Beranda Depan