Live
Nasional

Profil Lengkap Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Profil Suyudi Ario Seto, dari lulusan Akpol 1994, reserse, Kapolda Banten, Kepala BNN hingga disetujui DPR sebagai Kapolri baru.

R

Redaksi

1 Oktober 2026 pukul 04.59

Komjen Pol Suyudi Ario Seto. (Foto: IG Sabhara)
Komjen Pol Suyudi Ario Seto. (Foto: IG Sabhara)

Singkatnya

Profil Suyudi Ario Seto, dari lulusan Akpol 1994, reserse, Kapolda Banten, Kepala BNN hingga disetujui DPR sebagai Kapolri baru.

Jakarta – Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto kini menjadi perhatian setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui pengangkatannya sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Persetujuan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, Kamis 1 Oktober 2026. Sebelumnya, Komisi III DPR menyetujui Suyudi secara aklamasi setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon tunggal Kapolri.

Lantas, seperti apa profil dan perjalanan karier Suyudi Ario Seto sebelum dipercaya menduduki posisi tertinggi di institusi Polri? Berikut ini profil singkat Suyudi Ario Seto seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Lahir di Jakarta dan Lulusan Akpol 1994

Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.

Setelah menyelesaikan pendidikan Akpol, perjalanan karier Suyudi banyak bersentuhan dengan bidang reserse. Ia mengawali pengabdiannya di lingkungan Polda Metro Jaya sebagai Kanit II Resmob.

Suyudi kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi kewilayahan, termasuk sebagai Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, dan Kapolsek Metro Penjaringan.

Dalam bidang pendidikan kepolisian, Suyudi tercatat menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Sespimti pada 2018.

Pernah Menjadi Kapolres di Sejumlah Daerah

Karier Suyudi terus berkembang setelah menduduki sejumlah jabatan di satuan reserse. Ia pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, serta Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Ia juga pernah menjadi Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya. Setelah itu, Suyudi dipercaya memimpin sejumlah kepolisian resor, antara lain sebagai Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat pada periode 2014-2017.

Pengalaman tersebut membuat perjalanan kariernya tidak hanya berada pada ranah penyidikan, tetapi juga mencakup pengelolaan organisasi kepolisian di tingkat kewilayahan.

Berkarier di Bareskrim hingga Wakapolda Metro Jaya

Suyudi kemudian mendapat penugasan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, termasuk Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber).

Pada 2023, ia dipercaya menduduki jabatan Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, tepatnya pada Juni 2024, Suyudi ditunjuk sebagai Kapolda Banten.

Jabatan sebagai Kapolda Banten kemudian berakhir setelah adanya rotasi pada Agustus 2025. Berdasarkan keterangan Polda Banten, Suyudi dimutasi menjadi Perwira Tinggi Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di luar struktur organisasi.

Dipercaya Prabowo Memimpin BNN

Tidak lama setelah itu, Suyudi mendapat kepercayaan baru. Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 25 Agustus 2025, menggantikan Komjen Pol Marthinus Hukom. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keppres Nomor 118/TPA Tahun 2025.

Setelah dilantik sebagai Kepala BNN, pangkat Suyudi dinaikkan menjadi Komisaris Jenderal Polisi atau Komjen. Upacara kenaikan pangkat tersebut dipimpin Kapolri saat itu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pada 12 September 2025.

Selama memimpin BNN, Suyudi antara lain menekankan pentingnya soliditas, integritas, dan sinergitas dalam menjalankan tugas pemberantasan narkotika.

Raih Gelar Doktor Kehormatan

Selain perjalanan panjang di kepolisian, Suyudi juga memperoleh pengakuan di bidang akademik. Pada 31 Januari 2026, Universitas Tarumanagara mengukuhkannya sebagai penerima gelar Doktor Kehormatan atau Doctor Honoris Causa (Dr. H.C.) bidang Ilmu Hukum.

Menurut BNN, penganugerahan tersebut berkaitan dengan kontribusi dan pengabdian Suyudi dalam pengembangan serta penegakan hukum, termasuk pada isu tindak pidana narkotika, kejahatan siber, perdagangan orang, dan kejahatan transnasional.

Dari Kepala BNN Menuju Kursi Kapolri

Pada 30 September 2026, Presiden Prabowo mengirimkan Surat Presiden kepada DPR mengenai usulan pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri. Suyudi kemudian menjadi calon tunggal yang menjalani fit and proper test di Komisi III DPR pada 1 Oktober 2026.

Komisi III DPR menyetujui Suyudi secara aklamasi. Keputusan tersebut kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR dan kembali mendapatkan persetujuan anggota dewan.

Dengan pengalaman di bidang reserse, kewilayahan, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Polda Banten, hingga BNN, Suyudi kini memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai sosok yang disetujui DPR untuk memimpin Polri.

Diunggah 1 Oktober 2026 pukul 04.59

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar