Live
Nasional

Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Konsolidasi Internal Jadi Langkah Awal

Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit. Ia menekankan pelayanan publik, penegakan hukum dan kedekatan dengan masyarakat.

R

Redaksi

1 Oktober 2026 pukul 12.34

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026. (Foto: Bakom RI)
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026. (Foto: Bakom RI)

Singkatnya

Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit. Ia menekankan pelayanan publik, penegakan hukum dan kedekatan dengan masyarakat.

Jakarta – Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026. Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Usai pelantikan, Suyudi menyampaikan sejumlah langkah yang akan menjadi perhatian awalnya dalam memimpin Korps Bhayangkara. Salah satunya adalah melakukan konsolidasi internal sekaligus melanjutkan berbagai program yang telah berjalan pada kepemimpinan sebelumnya.

Menurut Suyudi, program yang masih relevan akan diteruskan, sementara sejumlah hal yang membutuhkan pembenahan akan menjadi bagian dari evaluasi internal Polri.

“Dan tentunya kami akan mengedepankan upaya-upaya peningkatan pelayanan publik, kemudian juga penegakan hukum yang adil, dan juga kami berupaya untuk bisa lebih dekat kepada masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami yaitu polisi bersama masyarakat,” ujar Suyudi di Istana Negara.

Perkuat Kedekatan Polisi dan Masyarakat

Suyudi menekankan bahwa kedekatan antara polisi dan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, personel Polri perlu hadir di tengah masyarakat sekaligus mampu memberikan respons terhadap berbagai persoalan secara cepat.

“Memang sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat dan juga dapat memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat dalam kerangka Harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat),” tegasnya.

Gagasan “Polisi Bersama Masyarakat” sebelumnya juga menjadi salah satu gagasan yang dibawa Suyudi ketika menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR.

Lakukan Konsolidasi dan Pemetaan Masalah

Dalam tahap awal kepemimpinannya, Suyudi mengatakan Polri akan melakukan konsolidasi internal untuk memetakan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian.

“Kita akan melihat, kita akan mencoba belanja masalah dan juga akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting ya menjadi prioritas kami,” ujar Kapolri.

Langkah tersebut, kata dia, akan dilakukan dalam kerangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Polri juga akan mengacu pada grand strategy serta roadmap institusi yang mencakup agenda jangka pendek, menengah, dan panjang.

Pergantian pucuk pimpinan Polri berlangsung setelah Komisi III DPR menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri melalui keputusan secara aklamasi pada 1 Oktober 2026.

Diunggah 1 Oktober 2026 pukul 12.34

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar