Tim Penyelam Gabungan Sisir Anjungan dan Kamar KM Virgo Transport 8 Cari Korban
Tim penyelam gabungan Basarnas, TNI AL, dan Potensi SAR menyisir anjungan serta kamar KM Virgo Transport 8 untuk mencari korban.

Singkatnya
Tim penyelam gabungan Basarnas, TNI AL, dan Potensi SAR menyisir anjungan serta kamar KM Virgo Transport 8 untuk mencari korban.
Banjarmasin — Operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo, Laut Jawa, terus dilakukan. Tim penyelam gabungan kembali dikerahkan untuk menyisir bagian dalam kapal yang tenggelam dan mencari korban yang hingga kini masih dalam pencarian.
Penyelaman berlangsung pada Senin (28/9/2026) mulai pukul 09.25 WITA di sekitar lokasi bangkai kapal KM Virgo Transport 8.
Tim gabungan yang terlibat terdiri dari personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI Angkatan Laut (TNI AL), serta Potensi SAR.
Dalam operasi tersebut, para penyelam memeriksa sejumlah bagian bangkai kapal. Fokus penyisiran diarahkan ke anjungan dan kamar-kamar kapal, yang dinilai perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada korban yang masih berada di dalamnya.
Penyisiran Dilakukan Bertahap
Proses pencarian di dalam bangkai kapal dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan bawah laut. Para penyelam harus menghadapi ruang yang terbatas serta jarak pandang yang dapat menghambat proses pemeriksaan.
Kondisi tersebut membuat setiap bagian kapal harus diperiksa secara hati-hati. Keselamatan personel juga menjadi perhatian utama selama penyelaman berlangsung.
Tim tidak hanya menyisir bagian luar bangkai kapal, tetapi juga berupaya memeriksa area-area di dalam kapal yang memungkinkan menjadi lokasi keberadaan korban.
Sinergi Tim SAR Terus Diperkuat
Basarnas bersama TNI AL dan Potensi SAR terus memperkuat koordinasi dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8. Setiap hasil penyelaman menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian selanjutnya.
Penyisiran bangkai kapal menjadi salah satu upaya untuk menemukan korban yang masih belum ditemukan setelah kecelakaan kapal tersebut terjadi.
Basarnas memastikan operasi SAR tetap dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan personel serta sarana yang tersedia. Pencarian akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi di lokasi dan hasil evaluasi tim di lapangan.
Diunggah 28 September 2026 pukul 13.29
