Generasi Muda Makin Mudah Punya Rumah Impian Lewat balé by BTN
balé by BTN membantu Gen Z dan milenial mencari rumah, menghitung kemampuan cicilan, hingga mengajukan KPR melalui ekosistem properti digital.

Singkatnya
balé by BTN membantu Gen Z dan milenial mencari rumah, menghitung kemampuan cicilan, hingga mengajukan KPR melalui ekosistem properti digital.
Jakarta – Memiliki rumah menjadi salah satu target finansial yang mulai dipersiapkan generasi muda. Namun, prosesnya tidak hanya berkaitan dengan menemukan hunian yang sesuai, tetapi juga menghitung kemampuan cicilan dan memilih pembiayaan yang tepat.
Kebutuhan tersebut menjadi perhatian dalam Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 yang digelar di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, pertengahan September 2026. Kegiatan ini didukung oleh balé by BTN dan Rumah123 dengan menghadirkan beragam pilihan hunian serta akses informasi pembiayaan.
SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Thomas Wahyudi mengatakan, kolaborasi BTN dan Rumah123 dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk Gen Z dan milenial, dalam merencanakan kepemilikan rumah.
Menurut Thomas, calon pembeli kini tidak hanya membutuhkan informasi mengenai rumah yang tersedia, tetapi juga perlu mengetahui kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan.
“Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya,” ujar Thomas seperti dilansir laman resmi BTN, Sabtu 26 September 2026.
Cari Rumah Sekaligus Hitung Kemampuan Finansial
Thomas menjelaskan, keputusan membeli rumah perlu mempertimbangkan berbagai komponen, mulai dari lokasi hunian, biaya hidup, transportasi hingga besaran cicilan.
Secara umum, kemampuan membayar cicilan dapat berada di kisaran 30 persen dari penghasilan. Namun, angka tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kemampuan masing-masing calon debitur.
Kemudahan tersebut kemudian diperkuat melalui layanan digital BTN. Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara daring maupun berkonsultasi secara langsung melalui jaringan cabang dan service center BTN.
Pendekatan ini menggabungkan layanan online-to-offline (O2O) dan offline-to-online (O2O) sehingga calon nasabah memiliki pilihan sesuai kebutuhannya.
Salah satu layanan yang dikembangkan adalah balé by BTN, super app yang memiliki fitur Bale Properti. Ekosistem tersebut memungkinkan pengguna mencari hunian, melakukan simulasi pembiayaan, mengajukan KPR hingga memantau proses pengajuan.
Pengguna juga dapat memperoleh akses terhadap berbagai kebutuhan pendukung hunian, termasuk perlengkapan dan furnitur melalui mitra yang tersedia.
Thomas menegaskan bahwa pengembangan layanan digital BTN dilakukan dengan melihat kebutuhan nasabah, bukan semata-mata berdasarkan produk yang dimiliki perusahaan.
“Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun,” katanya.
Rumah123 Dukung Perjalanan Menuju Rumah
CEO 99 Group Darius Cheung mengatakan, membeli rumah merupakan keputusan besar sehingga masyarakat membutuhkan pendampingan sejak tahap awal pencarian hingga memperoleh solusi pembiayaan.
Menurut dia, Rumah123 berupaya menjadi bagian dari perjalanan tersebut, bukan sekadar menyediakan platform pencarian properti.
Sementara itu, CMO 99 Group Bharat Buxani menyebut kebutuhan calon pembeli rumah sangat beragam. Ada masyarakat yang baru mencari hunian, menghitung kemampuan finansial, hingga membutuhkan solusi untuk KPR yang sudah berjalan.
Harpropnas Fest 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas publik, mulai dari talkshow, kompetisi menyanyi dan tari, workshop kreatif, kegiatan anak, mat pilates hingga pertunjukan musik.
Selain itu, pengunjung dapat mengikuti lelang peralatan rumah tangga setiap hari mulai pukul 19.00 WIB dengan harga pembukaan Rp10 ribu.
Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Ronny Ariuly Hutahayan mengatakan, perluasan akses terhadap hunian layak membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Menurutnya, ekosistem perumahan perlu menghubungkan penyediaan hunian, pembiayaan dan informasi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan rumah yang sesuai kebutuhannya.
Diunggah 26 September 2026 pukul 09.32
