Live
Ragam

InJourney Masuk Fortune Indonesia 100, Raih Penghargaan Pertumbuhan Laba

InJourney masuk Fortune Indonesia 100 dan meraih penghargaan pertumbuhan laba setelah membukukan laba bersih Rp6,8 triliun sepanjang 2025.

R

Redaksi

29 September 2026 pukul 10.55

Gedung InJourney. (Foto: InJourney)
Gedung InJourney. (Foto: InJourney)

Singkatnya

InJourney masuk Fortune Indonesia 100 dan meraih penghargaan pertumbuhan laba setelah membukukan laba bersih Rp6,8 triliun sepanjang 2025.

Jakarta – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney kembali mencatatkan prestasi dengan masuk dalam daftar FORTUNE Indonesia 100 tahun 2026. Holding BUMN yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata tersebut juga memperoleh penghargaan khusus Fastest Growing by Growth in Profit atas pertumbuhan laba sepanjang tahun buku 2025.

Penghargaan dari FORTUNE Indonesia tersebut menjadi pengakuan atas perkembangan skala bisnis sekaligus peningkatan profitabilitas InJourney di tengah berbagai tantangan industri sepanjang 2025.

Seperti dikutip dari laman resmi InJourney, Selasa 29 September 2026, Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari proses transformasi bisnis yang dilakukan secara berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari konsistensi transformasi yang terus menerus dijalankan oleh InJourney. Namun yang perlu digarisbawahi, transformasi bisnis yang dilakukan InJourney bukan semata-mata untuk mendorong pertumbuhan guna pencapaian kinerja finansial, akan tetapi juga bagaimana membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang semakin terintegrasi, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Maya.

Laba Bersih InJourney Tumbuh 171,8 Persen

Transformasi yang dijalankan InJourney selama empat tahun terakhir diarahkan untuk memperkuat fundamental perusahaan, meningkatkan efisiensi, sekaligus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Sepanjang 2025, InJourney membukukan pendapatan sebesar Rp35 triliun, EBITDA Rp15,4 triliun, serta laba bersih Rp6,8 triliun. Realisasi laba bersih tersebut mencapai 218,1 persen dari target dan tumbuh 171,8 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Selain pertumbuhan profitabilitas, kondisi keuangan InJourney juga mendapat pengakuan melalui peringkat idAAA dengan Stable Outlook dari PEFINDO.

Kinerja tersebut didukung penerapan strategi bisnis, pelaksanaan aksi korporasi yang bersifat transformatif, serta pengelolaan risiko secara terukur.

Transformasi Bandara hingga Destinasi Wisata

Transformasi InJourney sepanjang 2025 tidak hanya berfokus pada aspek finansial. Perusahaan juga melanjutkan pengembangan aset di berbagai lini ekosistem aviasi dan pariwisata.

Di sektor penerbangan, transformasi dilakukan melalui revitalisasi fasilitas bandara dan peningkatan passenger experience. Sementara di sektor pariwisata, InJourney mengembangkan kawasan serta infrastruktur pendukung destinasi Borobudur.

Pengembangan juga dilakukan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur yang diarahkan sebagai destinasi wisata kesehatan dan wellness. Selain itu, InJourney memperkuat atraksi, amenitas, dan fasilitas publik di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Di sektor ritel, pengembangan jaringan Sarinah di sejumlah bandara turut menjadi bagian dari strategi memperkenalkan produk dan merek Indonesia kepada wisatawan. Langkah tersebut sekaligus membuka ruang bagi penguatan ekonomi kreatif dan UMKM.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney, Yudi Rizkyardie Darun, mengatakan pertumbuhan laba merupakan hasil dari keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan kondisi keuangan perusahaan.

“Pertumbuhan profit yang dicapai InJourney merupakan hasil dari upaya menjaga keseimbangan antara akselerasi bisnis, peningkatan efisiensi, penguatan fundamental keuangan, serta penerapan manajemen risiko yang disiplin,” kata Yudi.

Ia menegaskan, pertumbuhan ke depan akan tetap dilakukan secara prudent dan terukur agar kesehatan perusahaan terjaga sekaligus memberikan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Ambang Batas Fortune Indonesia 100 Naik

FORTUNE Indonesia 100 merupakan daftar perusahaan terbesar yang disusun berdasarkan besaran pendapatan pada tahun fiskal 2025. Untuk masuk dalam daftar tersebut, perusahaan harus mencatat pendapatan minimal Rp12,31 triliun.

Ambang batas tersebut meningkat 7,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, 100 perusahaan yang masuk dalam FORTUNE Indonesia 100 tahun ini membukukan total pendapatan Rp6.224,01 triliun.

Angka tersebut setara sekitar 26,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Indonesia 2025 yang mencapai Rp23.821,1 triliun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Diunggah 29 September 2026 pukul 10.55

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

InJourney Masuk Fortune Indonesia 100, Raih Penghargaan Pertumbuhan Laba | Beranda Depan