Live
Ragam

Jejak D.I. Panjaitan Tetap Hidup, Warga Toba Gelar Tabur Bunga di Natolu Tali

Warga Toba mengenang D.I. Panjaitan di Monumen Natolu Tali. Peringatan menjadi momentum merawat sejarah dan meneruskan nilai perjuangan kepada generasi muda.

R

Redaksi

1 Oktober 2026 pukul 08.39

Monumen D.I. Panjaitan. (Foto: Info Publik)
Monumen D.I. Panjaitan. (Foto: Info Publik)

Singkatnya

Warga Toba mengenang D.I. Panjaitan di Monumen Natolu Tali. Peringatan menjadi momentum merawat sejarah dan meneruskan nilai perjuangan kepada generasi muda.

Toba – Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, kembali menjadi tempat untuk mengenang jasa Mayor Jenderal Anumerta Donald Isaac Panjaitan. Peringatan wafatnya Pahlawan Revolusi itu digelar di Kompleks Monumen D.I. Panjaitan, Rabu 30 September 2026.

Upacara tersebut diisi dengan prosesi tabur bunga dan peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terhadap pengorbanan D.I. Panjaitan. Kegiatan dipimpin langsung Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat.

Suasana haru semakin terasa ketika Duta Besar RI untuk Singapura, Letjen TNI (Purn) Hot Mangaraja Panjaitan, yang merupakan putra D.I. Panjaitan, menyampaikan sambutan secara virtual.

Hot mengaku bangga melihat penghormatan terhadap perjuangan ayahnya terus dirawat masyarakat Toba. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi bukti bahwa jasa D.I. Panjaitan masih mendapat tempat dalam ingatan generasi saat ini.

"Saya merasa bangga dan bersyukur bahwa perjuangan beliau tidaklah sia-sia. Beliau masih tetap diingat dan diperingati setiap tahunnya," ungkap Hot Mangaraja seperti dilansir dari laman Info Publik, Kamis 1 Oktober 2026.

Ia menyampaikan bahwa pengorbanan sang ayah yang berasal dari kawasan Lumban Tor diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa.

Hot juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kehormatan tanah leluhur serta meneruskan semangat perjuangan yang diwariskan keluarganya.

Sementara itu, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu mengatakan keberadaan sosok Pahlawan Revolusi seperti D.I. Panjaitan merupakan bagian penting dari sejarah daerah sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Toba.

Menurut Effendi, kegiatan tersebut tidak seharusnya dipandang hanya sebagai agenda seremonial. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang pengorbanan D.I. Panjaitan sekaligus menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda.

"Kehadiran kita di sini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata penghormatan, penghargaan, dan rasa cinta mendalam atas pengorbanan jiwa raga yang telah diberikan almarhum demi tetap tegaknya Pancasila dan keutuhan NKRI," tegas Effendi.

Ia berharap peringatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi bagian dari kalender kegiatan Pemerintah Kabupaten Toba.

Kegiatan yang digagas bersama Forum Martabe Sigurs (Formasi) pimpinan Janner Sitorus itu turut dihadiri keluarga besar D.I. Panjaitan, di antaranya Arta Siagian dan Tumpal Panjaitan.

Sejumlah pejabat dan unsur masyarakat juga hadir, termasuk Sekdakab Toba Paber Napitupulu, jajaran Forkopimcam Silaen, serta perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Utara.

Peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan D.I. Panjaitan tidak hanya tercatat dalam buku sejarah, tetapi juga terus hidup melalui ingatan dan penghormatan masyarakat di tanah kelahirannya.

Diunggah 1 Oktober 2026 pukul 08.39

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar