Live
Ragam

Pembinaan dan Kesejahteraan Atlet Jadi Fokus Pemerintah, Bonus hingga Dana Pensiun Disiapkan

Pemerintah memperkuat kesejahteraan atlet melalui bonus, dana pensiun, beasiswa, pembinaan, dan persiapan PON XXII 2028.

R

Redaksi

7 Oktober 2026 pukul 05.42

Audiensi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa 6 Oktober 2026. (Foto: Kemenko PMK)
Audiensi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa 6 Oktober 2026. (Foto: Kemenko PMK)

Singkatnya

Pemerintah memperkuat kesejahteraan atlet melalui bonus, dana pensiun, beasiswa, pembinaan, dan persiapan PON XXII 2028.

Jakarta – Pemerintah memperkuat pembangunan olahraga nasional dengan tidak hanya berfokus pada peningkatan prestasi, tetapi juga memastikan kesejahteraan atlet. Atlet dinilai sebagai aset nasional yang memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa 6 Oktober 2026.

Dalam pertemuan itu, Menpora menyampaikan perkembangan berbagai agenda pembangunan olahraga nasional. Pembahasan mencakup peningkatan prestasi dan pembinaan atlet, kesejahteraan atlet, pembangunan infrastruktur olahraga, hingga persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.

Pemerintah Hitung Tambahan Bonus Atlet

Salah satu perhatian utama pemerintah adalah penghargaan bagi atlet yang berhasil meraih prestasi di tingkat internasional.

Menko PMK meminta Kemenpora melakukan penghitungan secara akurat terkait kebutuhan tambahan bonus bagi atlet peraih medali emas Asian Games dan Olimpiade. Langkah tersebut diperlukan agar pemberian penghargaan dapat dilakukan secara tepat dan sesuai dengan prestasi yang telah diraih.

"Pak Menpora perlu menghitung secara akurat kebutuhan tambahan bonus bagi atlet yang meraih medali di Asian Games dan Olimpiade," ujar Menko PMK.

Selain pemberian bonus, pemerintah juga tengah menyiapkan skema dana pensiun bagi atlet berprestasi, terutama atlet yang berhasil meraih medali emas Olimpiade.

Skema tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada 2027. Kebijakan ini diharapkan menjadi bentuk perlindungan jangka panjang bagi atlet setelah mereka melewati masa puncak prestasi.

Beasiswa untuk Atlet Berprestasi

Pemerintah juga memperkuat pengembangan talenta atlet melalui jalur pendidikan. Kemenpora bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyiapkan 100 beasiswa melalui skema LPDP bagi atlet berprestasi untuk melanjutkan pendidikan di universitas ternama.

Selain itu, pemerintah merencanakan tambahan 100 beasiswa untuk pendidikan di dalam negeri. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan atlet tetap memiliki kesempatan mengembangkan kapasitas akademik sekaligus mempersiapkan masa depan setelah tidak lagi aktif berkompetisi.

Pengembangan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Latihan Tim Nasional juga masuk dalam agenda pemerintah untuk memperkuat sistem pembinaan atlet dari tingkat talenta hingga level elite.

Regulasi Olahraga Disederhanakan

Dari sisi regulasi, pemerintah melakukan penyederhanaan aturan di bidang olahraga. Sebanyak 191 Peraturan Menteri direncanakan disederhanakan menjadi hanya empat regulasi.

Penyederhanaan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga serta mendukung pengembangan organisasi dan kompetisi olahraga nasional.

Pembangunan olahraga juga diarahkan agar memberikan dampak lebih luas. Selain mendukung kesehatan, pembentukan karakter, dan prestasi, sektor olahraga dinilai memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan industri olahraga, pariwisata, dan perekonomian.

Kemenpora telah melakukan koordinasi mengenai pengembangan investasi olahraga serta optimalisasi aset melalui Badan Layanan Umum (BLU) Inasport.

Persiapan PON XXII 2028

Pemerintah juga mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan PON XXII 2028. Berbagai persiapan awal terus dilakukan agar ajang olahraga nasional tersebut dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

PON XXII diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan dan mencatatkan prestasi terbaik.

Dalam upaya meningkatkan pembinaan prestasi, Menpora turut menyampaikan pentingnya regulasi yang dapat menaungi 21 cabang olahraga Olimpiade sebagai cabang olahraga andalan nasional.

Penguatan regulasi tersebut diharapkan dapat memperjelas arah pembinaan atlet sekaligus mendukung persiapan Indonesia menghadapi berbagai ajang internasional, termasuk SEA Games 2027 dan Olimpiade 2032.

Pemerintah menilai pembangunan ekosistem olahraga membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Karena itu, Kemenko PMK akan mengorkestrasi berbagai kebijakan agar pembangunan olahraga nasional tidak hanya berorientasi pada perolehan medali.

Lebih dari itu, pembangunan olahraga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan atlet sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Diunggah 7 Oktober 2026 pukul 05.42

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar