Survei: 1 dari 5 Anak Muda Jepang Cemas dengan Penampilan, Media Sosial Jadi Sorotan
Survei Jepang menunjukkan 21,8 persen anak muda khawatir dengan penampilan. Media sosial disebut berkaitan dengan meningkatnya perhatian terhadap penampilan.

Singkatnya
Survei Jepang menunjukkan 21,8 persen anak muda khawatir dengan penampilan. Media sosial disebut berkaitan dengan meningkatnya perhatian terhadap penampilan.
Tokyo – Kekhawatiran terhadap penampilan menjadi persoalan yang semakin banyak dirasakan anak muda di Jepang. Hasil survei pemerintah menunjukkan sekitar satu dari lima responden mengaku khawatir dengan penampilan mereka, sementara media sosial menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian dalam fenomena tersebut.
Dilansir laman Jepang The Mainichi, Sabtu 26 September 2026, menurut survei Badan Anak dan Keluarga Jepang terhadap kelompok usia 13 hingga 29 tahun di Jepang dan sejumlah negara lain pada tahun fiskal 2023, sebanyak 21,8 persen dari sekitar 1.000 responden di Jepang mengaku “khawatir” dengan penampilan mereka.
Angka tersebut meningkat dibandingkan survei sebelumnya pada 2018 yang mencatat 20,1 persen. Jika digabungkan dengan 32,2 persen responden yang menyatakan “agak khawatir”, total anak muda Jepang yang memiliki kekhawatiran terhadap penampilan mencapai 54 persen.
Persentase tersebut menjadi yang tertinggi kedua di antara lima negara yang disurvei, setelah Prancis.
Keluhan Penampilan Jadi Jawaban Terbanyak
Survei lain yang dilakukan Badan Anak dan Keluarga Jepang pada Mei hingga Agustus 2026 melibatkan sekitar 100.000 anak muda berusia 15 sampai 39 tahun. Data awal yang dirilis pada 31 Agustus menunjukkan bahwa persoalan penampilan menjadi keluhan paling banyak disebut responden.
Sebanyak 56,7 persen responden menjawab “saya tidak menyukai penampilan saya” ketika ditanya mengenai hal-hal yang menjadi persoalan mereka. Pernyataan tersebut menjadi jawaban terbanyak dari 33 pilihan yang tersedia.
Kekhawatiran tersebut bahkan terlihat lebih tinggi pada responden perempuan. Lebih dari separuh perempuan dalam setiap kelompok usia menyebut mereka tidak menyukai penampilannya.
Kelompok dengan persentase tertinggi adalah perempuan belum menikah berusia 15 hingga 19 tahun. Sebanyak 70,5 persen dari kelompok tersebut memberikan jawaban serupa.
Penggunaan Media Sosial Jadi Perhatian
Dosen psikologi klinis di Tokyo Future University, Minako Omura, meneliti hubungan antara penggunaan media sosial dan pandangan anak muda terhadap penampilan.
Dalam penelitian yang diterbitkan pada 2025, Omura menganalisis 311 mahasiswa menggunakan skala penilaian yang terdiri atas sembilan indikator. Para mahasiswa tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat keterikatan mereka terhadap penampilan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan bahwa semakin banyak aplikasi media sosial yang digunakan dan semakin lama waktu yang dihabiskan di platform tersebut, semakin kuat pula perhatian responden terhadap penampilan.
Kelompok yang memiliki keterikatan tinggi terhadap penampilan rata-rata menggunakan 3,58 aplikasi media sosial. Sementara kelompok dengan tingkat keterikatan lebih rendah menggunakan rata-rata 3,15 aplikasi.
Perbedaan juga terlihat dari durasi penggunaan. Kelompok dengan perhatian tinggi terhadap penampilan menghabiskan rata-rata 225,81 menit atau sekitar tiga jam 46 menit per hari di media sosial. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya yang rata-rata menghabiskan 169,58 menit atau sekitar dua jam 50 menit.
Menurut Omura, masa remaja hingga sekitar usia 20 tahun merupakan periode ketika seseorang cenderung melihat dan membandingkan dirinya dengan orang lain.
Di media sosial, respons terhadap penampilan juga dapat terlihat secara langsung melalui jumlah likes, komentar, dan bentuk interaksi lainnya. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat mendorong anak muda semakin sering membandingkan dirinya dengan foto maupun video yang dibagikan orang lain.
Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana perkembangan media sosial dapat memengaruhi cara sebagian anak muda memandang dirinya, terutama ketika penampilan menjadi bagian yang mudah diamati dan mendapat respons dari lingkungan digital.
Diunggah 26 September 2026 pukul 06.28
