Angka Kelahiran Jepang Naik untuk Pertama Kalinya dalam 11 Tahun
Jumlah bayi yang lahir di Jepang naik 0,4 persen menjadi 320.458 pada semester I 2026, kenaikan pertama dalam 11 tahun.

Singkatnya
Jumlah bayi yang lahir di Jepang naik 0,4 persen menjadi 320.458 pada semester I 2026, kenaikan pertama dalam 11 tahun.
Tokyo - Jumlah bayi yang lahir dari warga negara Jepang di dalam negeri mencapai 320.458 pada periode Januari-Juni 2026. Angka tersebut meningkat 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi kenaikan pertama dalam 11 tahun untuk periode semester pertama.
Seperti dilansir laman Jepang The Mainichi, data pemerintah Jepang yang dirilis pada Rabu (4/11/2026) itu menjadi perkembangan baru di tengah upaya negara tersebut mengatasi penurunan angka kelahiran dan penuaan populasi.
Jepang merupakan salah satu negara dengan laju penuaan penduduk tercepat di dunia. Selama bertahun-tahun, pemerintah berupaya membendung tren penurunan jumlah bayi yang lahir, tetapi hasilnya belum menunjukkan perubahan signifikan.
Sejumlah pakar menilai kenaikan jumlah kelahiran pada semester pertama 2026 kemungkinan turut dipengaruhi meningkatnya jumlah pernikahan pada 2024 dan 2025. Meski demikian, jumlah bayi yang lahir masih relatif sama dengan periode sebelumnya.
Pada tahun lalu, jumlah kelahiran tahunan di Jepang tercatat mencapai titik terendah, yakni sekitar 670.000 bayi. Kondisi tersebut menunjukkan tantangan demografi yang dihadapi negara itu masih cukup besar.
Sebelumnya, National Institute of Population and Social Security Research memperkirakan pada 2023 bahwa jumlah kelahiran tahunan Jepang akan turun di bawah 680.000 pada 2040.
Namun, penurunan angka kelahiran ternyata berlangsung lebih cepat dibandingkan proyeksi tersebut. Kenaikan pada semester pertama 2026 menjadi perkembangan yang patut dicermati, meskipun belum cukup untuk memastikan perubahan tren kelahiran dalam jangka panjang.
Diunggah 5 November 2026 pukul 02.10
