Live
Regional

BNPB Catat Banjir dan Longsor di Sejumlah Daerah, Ribuan Rumah Terdampak

BNPB mencatat banjir, longsor, karhutla, dan cuaca ekstrem di sejumlah daerah. Sebanyak 1.417 rumah terdampak banjir di Lumajang.

R

Redaksi

3 November 2026 pukul 16.38

Foto Rilis 848: Tanah longsor terjadi di kawasan Glamping Pelaga Eco Park, Banjar Bukit Buluk Tihing, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (1/11). (Foto: BPBD Kab. Badung).
Foto Rilis 848: Tanah longsor terjadi di kawasan Glamping Pelaga Eco Park, Banjar Bukit Buluk Tihing, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (1/11). (Foto: BPBD Kab. Badung).

Singkatnya

BNPB mencatat banjir, longsor, karhutla, dan cuaca ekstrem di sejumlah daerah. Sebanyak 1.417 rumah terdampak banjir di Lumajang.

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat serangkaian kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia selama periode 2–3 November 2026. Bencana yang dilaporkan meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA), banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem.

Salah satu wilayah dengan dampak cukup besar adalah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Hujan berintensitas tinggi pada 1–2 November memicu luapan sungai, tanggul jebol, tanah longsor, dan pohon tumbang di tiga kecamatan, yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari.

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 1.417 kepala keluarga (KK) dan 1.417 rumah terdampak. Bencana juga mengganggu akses jalan, jaringan listrik, serta lahan pertanian. Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Lumajang melakukan pendataan, membuka akses jalan terdampak longsor, dan memantau wilayah yang berpotensi mengalami bencana susulan.

Banjir juga melanda empat kecamatan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Senin (2/11). Sebanyak 43 KK dan 43 rumah terdampak, selain dua warung, empat akses jalan, serta satu jembatan yang mengalami kerusakan. Air dilaporkan telah surut dan akses jalan kembali dapat dilalui kendaraan. Petugas masih melakukan pembersihan material banjir.

Sementara di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, luapan Sungai Ular menyebabkan erosi pada tepian sungai di Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang. Sebanyak 11 rumah terdampak dan 13 KK atau 51 jiwa mengungsi. Hingga Senin (2/11), kondisi banjir telah surut.

Dua Orang Hilang Akibat Longsor di Bali

Peristiwa tanah longsor terjadi di kawasan Glamping Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (1/11). Hujan deras memicu longsoran yang menyebabkan dua orang dinyatakan hilang.

BPBD Kabupaten Badung bersama tim SAR gabungan dari berbagai unsur melakukan operasi pencarian terhadap kedua korban.

Di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, cuaca ekstrem juga mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Dusun Liren, Desa Kuta Gamber, Kecamatan Tanah Pinem. Rumah tersebut mengalami rusak berat. Peristiwa pada Jumat (30/10) itu menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Karhutla dan Kebakaran TPA Masih Ditangani

Selain bencana hidrometeorologi, BNPB melaporkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, serta Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Di Parigi Moutong, kebakaran di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, menghanguskan sekitar 110 hektare lahan perkebunan dan lahan kosong. Hingga Senin (2/11), api masih ditemukan di sejumlah titik. Medan yang sulit dan keterbatasan sumber air menjadi kendala pemadaman.

Kebakaran lainnya di Desa Ganongol Sari menghanguskan sekitar satu hektare lahan. Sementara itu, kebakaran di kawasan Bukit Embung Purbasari, Kabupaten Klaten, menghanguskan sekitar 1,6 hektare lahan milik Perhutani. Penanganan kebakaran di Klaten telah selesai dilakukan.

BNPB juga melaporkan kebakaran TPA Degayu di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Area yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare. Hingga Senin (2/11), api masih belum berhasil dipadamkan. Posko lapangan dan dapur umum telah didirikan untuk mendukung penanganan.

BNPB Minta Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan

Memasuki musim hujan pada November 2026, BNPB mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, petir, angin kencang, banjir, dan tanah longsor.

Masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini BMKG, membersihkan saluran air, memangkas ranting pohon yang rawan tumbang, serta memahami jalur evakuasi. Warga juga diimbau menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan darurat untuk tiga hari.

Pemerintah daerah turut diminta memperkuat kesiapsiagaan melalui pemetaan wilayah rawan, penyiapan personel dan logistik, optimalisasi dana darurat, penguatan sistem peringatan dini, sosialisasi evakuasi mandiri, serta normalisasi sungai dan pembersihan fasilitas pengendali banjir.

Diunggah 3 November 2026 pukul 16.38

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar