Jokowi Mengaku Dihina dan Direndahkan, Sebut 34 Juta Orang Percaya Tuduhan Ijazah Palsu
Jokowi mengaku dihina dan dirugikan secara immaterial akibat tuduhan ijazah palsu. Dia menyebut sekitar 34 juta orang mempercayai tuduhan tersebut berdasarkan a

Singkatnya
Jokowi mengaku dihina dan dirugikan secara immaterial akibat tuduhan ijazah palsu. Dia menyebut sekitar 34 juta orang mempercayai tuduhan tersebut berdasarkan a
JAKARTA – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku mengalami kerugian immaterial akibat tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya. Dia merasa nama baik dan reputasinya tercemar, bahkan mengaku telah dihina serta direndahkan.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan kesaksian dalam persidangan perkara dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (5/11/2026).
Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanyakan kerugian yang dialami Jokowi setelah menyaksikan video yang menampilkan sejumlah perbuatan terdakwa.
Menjawab pertanyaan tersebut, Jokowi menyebut kerugian yang dialaminya bersifat immaterial. Menurut dia, tuduhan tersebut tidak hanya berdampak terhadap dirinya, tetapi juga keluarganya.
"Kerugian immaterial, Yang Mulia. Kerugian immaterial karena tercemarnya nama baik saya dan juga keluarga saya," kata Jokowi.
Dia kemudian mengaku merasa dihina dan direndahkan akibat tuduhan tersebut. Jokowi juga mempersoalkan tudingan menggunakan ijazah palsu untuk mengikuti kontestasi politik selama perjalanan kariernya.
"Dan kemudian saya juga merasa telah dihina, direndahkan dengan amat sangat," ujarnya.
Jokowi menegaskan, dirinya merasa dituduh menggunakan ijazah palsu ketika mencalonkan diri sebagai kepala daerah hingga presiden.
"Yang ketiga juga saya merasa dituduh menggunakan ijazah palsu untuk mencalonkan diri sebagai wali kota dua kali, gubernur sekali, dan presiden dua kali, Yang Mulia," lanjutnya.
Jokowi Sebut 34 Juta Orang Percaya Tuduhan Ijazah Palsu
Ketika JPU kembali meminta penjelasan mengenai kerugian immaterial yang dialaminya, Jokowi menyebut nama baik dan reputasinya ikut terdampak.
Dia kemudian mengungkapkan angka survei yang menurut ingatannya menunjukkan sekitar 18 persen masyarakat Indonesia percaya terhadap tuduhan ijazah palsu tersebut.
Jokowi memperkirakan angka itu setara dengan sekitar 34 juta orang apabila dikonversikan ke jumlah penduduk Indonesia.
"Karena kalau kita lihat dari survei terakhir, seingat saya 18 persen masyarakat Indonesia percaya terhadap tuduhan ijazah palsu ini, Yang Mulia. 18 persen itu kalau dikonversi ke orang itu kurang lebih 34 juta orang percaya mengenai tuduhan ijazah palsu ini," tuturnya.
JPU kemudian memastikan apakah Jokowi merasa kepercayaan publik terhadap dirinya menurun akibat persoalan tersebut.
Jokowi membenarkan hal itu. Dia menilai banyaknya masyarakat yang mempercayai tuduhan ijazah palsu telah memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap dirinya.
"Betul, Yang Mulia. 34 juta orang percaya bahwa tuduhan ijazah palsu ini telah mengurangi kepercayaan publik terhadap saya, Yang Mulia," pungkasnya.
Diunggah 5 November 2026 pukul 15.29
