Penertiban Bendera Bulan Bintang Akibatkan Satu Warga Tewas dan 6 Personel TNI Terluka.
Insiden penertiban Bendera Bulan Bintang di Pidie, Aceh, mengakibatkan satu warga meninggal dunia, 13 warga terluka, dan enam personel TNI mengalami luka.

Singkatnya
Insiden penertiban Bendera Bulan Bintang di Pidie, Aceh, mengakibatkan satu warga meninggal dunia, 13 warga terluka, dan enam personel TNI mengalami luka.
JAKARTA – Penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang oleh personel TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026), berakhir dengan insiden bentrokan yang mengakibatkan belasan warga dan sejumlah anggota TNI mengalami luka-luka.
Kegiatan tersebut berlangsung saat masyarakat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari. Personel Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait turun ke lokasi untuk melakukan penertiban terhadap bendera yang dikibarkan dalam acara tersebut.
Sebelum mengambil tindakan, aparat TNI dan Polri disebut telah mengupayakan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara. Aparat meminta agar Bendera Bulan Bintang tidak dikibarkan. Namun, upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan lantaran pihak panitia tetap mempertahankan keputusan untuk mengibarkan bendera tersebut.
Selain penertiban di Pidie, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Personel Kodim 0102/Pidie bersama pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli serta komunikasi sosial dengan masyarakat.
Kegiatan yang awalnya direncanakan berlangsung di Desa Udeung Poroh kemudian dialihkan ke kawasan Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Situasi di Desa Pulo Keunari kemudian mengalami peningkatan ketegangan. Dalam proses penertiban, terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga dilaporkan membawa senjata tajam.
Menghadapi kondisi tersebut, personel berupaya mengendalikan situasi dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Berdasarkan keterangan TNI AD, tindakan pengamanan dilakukan secara bertahap setelah situasi dinilai membahayakan keselamatan anggota di lapangan.
Aparat kemudian mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, yang dilanjutkan dengan penggunaan munisi karet. Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang dari lokasi kegiatan.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 14 warga menjadi korban. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 13 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI turut mengalami luka dan telah memperoleh penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazahnya dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro.
TNI AD menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban serta keprihatinan terhadap seluruh warga yang mengalami luka-luka. Institusi tersebut juga berharap para korban segera pulih dan memperoleh penanganan medis yang diperlukan.
TNI AD menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut. Pendekatan persuasif, komunikasi sosial, serta kerja sama dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat disebut tetap menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan.
Hingga Kamis (5/11/2026) pukul 04.30 WIB, kondisi keamanan di Desa Pulo Keunari dilaporkan telah kembali kondusif. Meski demikian, personel TNI masih melakukan pemantauan guna memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Diunggah 5 November 2026 pukul 10.47
