Bali dan Nusa Tenggara Pimpin Pertumbuhan Ekonomi Regional pada Triwulan III 2026
Lapangan kerja Indonesia bertambah 1,4 juta orang hingga Agustus 2026. Pengangguran turun menjadi 7,38 juta orang dengan TPT 4,75 persen.

Singkatnya
Lapangan kerja Indonesia bertambah 1,4 juta orang hingga Agustus 2026. Pengangguran turun menjadi 7,38 juta orang dengan TPT 4,75 persen.
Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 diikuti perbaikan kondisi ketenagakerjaan. Hingga Agustus 2026, penambahan lapangan kerja tercatat mencapai 1,4 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain peningkatan kesempatan kerja, jumlah pengangguran juga mengalami penurunan sebanyak 77 ribu orang menjadi 7,38 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 4,75 persen, lebih rendah dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 4,85 persen.
Perbaikan tersebut berlangsung seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan III 2026.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mencapai 70,33 persen. Angka ini mencerminkan meningkatnya keterlibatan penduduk usia kerja dalam aktivitas ekonomi.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan proporsi 28,20 persen. Berikutnya adalah sektor perdagangan sebesar 17,86 persen dan industri sebesar 13,75 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Positif di Seluruh Wilayah
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi tercatat positif di seluruh wilayah Indonesia. Bali dan Nusa Tenggara menjadi kawasan dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 6,08 persen.
Kinerja tersebut didukung peningkatan aktivitas pariwisata di Bali dan kegiatan pertambangan di Nusa Tenggara.
Pulau Jawa sebagai kontributor terbesar perekonomian nasional mencatatkan pertumbuhan 5,84 persen. Aktivitas manufaktur dan jasa menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan kawasan tersebut.
Sulawesi tumbuh 5,68 persen, didorong ekspansi industri hilirisasi mineral. Sementara itu, Sumatera mencatatkan pertumbuhan 4,95 persen, Maluku dan Papua sebesar 4,42 persen, serta Kalimantan 3,96 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tetap berkembang di berbagai kawasan, meskipun dengan tingkat pertumbuhan yang berbeda.
Sejumlah Sektor Catatkan Pertumbuhan Tinggi
Dari sisi lapangan usaha, sektor perdagangan mencatatkan pertumbuhan 7,14 persen pada triwulan III 2026. Peningkatan tersebut didukung permintaan domestik dan daya beli masyarakat.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum bahkan tumbuh 11,2 persen seiring peningkatan perjalanan wisatawan nusantara sebesar 7,05 persen.
Industri pengolahan juga mencatatkan pertumbuhan 5,87 persen, sedangkan sektor konstruksi meningkat 6,42 persen.
Di sisi lain, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami moderasi pertumbuhan menjadi 0,46 persen. Kondisi ini dipengaruhi fenomena musim kering berkepanjangan atau El Nino.
Meski demikian, subsektor peternakan dan perikanan masih menunjukkan pertumbuhan positif masing-masing sebesar 4,95 persen dan 2,23 persen.
Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian kembali mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen setelah mengalami kontraksi selama empat triwulan berturut-turut.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah akan terus mengoptimalkan kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Penguatan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan dinilai menjadi langkah strategis untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah dinamika dan risiko ekonomi global.
Perbaikan kondisi ketenagakerjaan dan pertumbuhan positif di berbagai wilayah menjadi bagian dari gambaran ketahanan ekonomi Indonesia sepanjang triwulan III 2026.
Diunggah 6 November 2026 pukul 12.27
