Live
Bisnis

SKK Migas Apresiasi Capaian Produksi Sumur Baru Pertamina Hulu Mahakam

PHM berhasil mengoperasikan sumur JUM-101 di Mahakam dengan produksi gas 3,3 MMscfd atau 110 persen target, serta tambahan minyak 250 BOPD.

R

Redaksi

7 November 2026 pukul 17.43

Pengoperasian sumur baru JUM-101 di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.. Foto: Istimewa
Pengoperasian sumur baru JUM-101 di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.. Foto: Istimewa

Singkatnya

PHM berhasil mengoperasikan sumur JUM-101 di Mahakam dengan produksi gas 3,3 MMscfd atau 110 persen target, serta tambahan minyak 250 BOPD.

Jakarta – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil melampaui target produksi gas melalui pengoperasian sumur baru JUM-101 di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Sumur tersebut mencatatkan produksi gas sebesar 3,3 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd), atau 110 persen dari target yang ditetapkan sebesar 3 MMscfd.

Tidak hanya gas, sumur JUM-101 juga menyumbangkan tambahan produksi minyak sebesar 250 barel per hari (BOPD). Keberhasilan ini memperkuat kontribusi PHM dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional.

Pengeboran sumur JUM-101 berlangsung pada 20 Juli hingga 4 Agustus 2026 dengan memanfaatkan Jack Up Rig Tasha. Setelah melewati berbagai tahapan penyelesaian teknis, sumur tersebut mulai beroperasi atau Put on Production (PoP) pada 7 November 2026 menggunakan Barge AWB Bayu Cakrawala.

Adapun tahapan pekerjaan yang dilakukan mencakup cement log, Coiled Tubing (CT) Unload, initial perforation, hingga pemasangan Thru Tubing Ceramic Screen.

Berdasarkan hasil clean up dengan bukaan choke 36/64 inci, sumur JUM-101 mampu menghasilkan gas sebesar 3,3 MMscfd dan minyak sebanyak 250 BOPD.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PHM dalam mengoperasikan sumur tersebut. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari kerja keras, koordinasi, serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasi hulu migas.

Djoko mengatakan, keberhasilan sumur JUM-101 yang mampu menghasilkan gas hingga 110 persen dari target awal merupakan kabar menggembirakan bagi industri hulu migas nasional. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung proses pengembangan hingga sumur tersebut berhasil berproduksi.

Lebih lanjut, Djoko menekankan pentingnya optimalisasi sumur-sumur baru sebagai upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi migas Indonesia.

SKK Migas, menurutnya, terus mendorong seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memperbaiki kinerja operasional, mempercepat pelaksanaan pengeboran, dan memaksimalkan potensi yang tersedia di setiap wilayah kerja.

Tambahan produksi minyak maupun gas dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan serta mewujudkan kemandirian energi nasional.

Keberhasilan JUM-101 diharapkan menjadi penyemangat bagi PHM untuk terus meningkatkan kinerja operasional dan menggali potensi sumber daya migas di Wilayah Kerja Mahakam.

Di sisi lain, SKK Migas bersama seluruh KKKS berkomitmen memperkuat sinergi dan kerja sama untuk mempertahankan keberlanjutan produksi migas, mendukung pencapaian target lifting, serta memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi Indonesia.

Diunggah 7 November 2026 pukul 17.43

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar