Nasional
Dicecar soal Foto Ijazah, Jokowi Akui Berkumis Tipis dan Berkacamata saat Kuliah
Jokowi menjelaskan foto ijazah S1 UGM, proses ujian skripsi, hingga nilai A dalam sidang dugaan ijazah palsu di PN Jakarta Timur.

Singkatnya
Jokowi menjelaskan foto ijazah S1 UGM, proses ujian skripsi, hingga nilai A dalam sidang dugaan ijazah palsu di PN Jakarta Timur.
JAKARTA – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan kesaksian dalam sidang dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (5/11/2026). Dalam persidangan tersebut, Jokowi menjelaskan sejumlah hal terkait ijazah S1 Universitas Gadjah Mada (UGM) miliknya, termasuk foto yang tertera pada dokumen tersebut.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat mempertanyakan penampilan Jokowi dalam foto ijazah S1 yang memperlihatkan dirinya berkumis dan menggunakan kacamata.
Jaksa meminta konfirmasi apakah Jokowi memang memiliki kumis dan mengenakan kacamata saat menyelesaikan pendidikan sarjana di UGM.
"Yang ingin saya tanyakan adalah ketika waktu Saudara Saksi lulus strata satu, apakah waktu itu posisi berkumis? Menggunakan kacamata?" tanya jaksa kepada Jokowi.
"Berkumis dan menggunakan kacamata, Yang Mulia," jawab Jokowi.
Jaksa kemudian kembali memastikan penampilan Jokowi dalam foto tersebut. Jokowi pun menegaskan bahwa dirinya memang berkumis, meski hanya tipis. "Kumisnya tipis, Yang Mulia," ujar Jokowi.
Jokowi Ungkap Proses Kelulusan S1 UGM
Selain menjelaskan foto ijazah, Jokowi juga membeberkan proses akademik yang dilaluinya hingga memperoleh gelar sarjana dari UGM.
Dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim, Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya menyelesaikan ujian skripsi pada 23 Oktober 1985.
Skripsi yang disusunnya berjudul "Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta".
Jokowi menjelaskan, ujian skripsi tersebut dilaksanakan dengan menghadirkan dua dosen penguji, yakni Ir. Sofyan Warsito dan Ir. P. Burhanuddin.
"Saya dinyatakan lulus dengan nilai A," ungkap Jokowi.
Jokowi Bantah Kejanggalan Skripsi
Dalam persidangan itu, Jokowi juga menanggapi tudingan mengenai penggunaan jenis huruf Times New Roman pada sampul skripsi yang disebut belum tersedia pada 1985.
Jokowi menegaskan, penggunaan jenis huruf tersebut bukan hanya ditemukan pada skripsinya. Menurut dia, banyak skripsi lain yang dicetak di Percetakan Perdana juga menggunakan format serupa.
"Kalau dikatakan bahwa covernya pakai Times New Roman yang itu belum ada di tahun 1985, nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa. Bukan hanya skripsi saya saja, Yang Mulia," jelasnya.
Kesaksian Jokowi tersebut menjadi bagian dari proses persidangan dugaan ijazah palsu yang menyeret namanya dan melibatkan kubu Roy Suryo Cs.
Dalam persidangan tersebut, Jokowi turut memperlihatkan ijazah S1 UGM miliknya serta menjelaskan proses akademik yang dilaluinya hingga dinyatakan lulus sebagai sarjana.
Diunggah 5 November 2026 pukul 17.30
