Live
Bisnis

Investasi di Luar Jawa Tembus Rp507,8 Triliun, Lampaui Pulau Jawa pada Semester I 2026

Investasi di luar Jawa mencapai Rp507,8 triliun pada semester I 2026, melampaui Jawa dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah.

R

Redaksi

13 Oktober 2026 pukul 01.27

Ilustrasi Investasi. (Foto: Bank Mega)
Ilustrasi Investasi. (Foto: Bank Mega)

Singkatnya

Investasi di luar Jawa mencapai Rp507,8 triliun pada semester I 2026, melampaui Jawa dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah.

JAKARTA – Realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau 50,2 persen dari total investasi nasional pada semester I 2026. Capaian tersebut melampaui realisasi investasi di Pulau Jawa yang tercatat sebesar Rp502,8 triliun atau 49,8 persen.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tersebut menunjukkan bahwa aktivitas investasi semakin tersebar ke berbagai wilayah Indonesia. Tren ini menandai meningkatnya peran daerah di luar Jawa dalam menarik penanaman modal dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, mengatakan manfaat investasi kini tidak hanya terpusat di kota-kota besar atau kawasan industri di Pulau Jawa. Sejumlah daerah di luar Jawa juga menunjukkan perkembangan signifikan sebagai tujuan investasi.

“Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Tengah, misalnya, berhasil masuk dalam lima besar daerah tujuan investasi di Indonesia sepanjang semester pertama 2026,” ungkap Nurul Ichwan dalam keterangan resminya, Senin 12 Oktober 2026.

Masuknya kedua provinsi tersebut dalam lima besar daerah tujuan investasi menunjukkan peran wilayah di luar Jawa dalam perkembangan aktivitas penanaman modal. Pertumbuhan investasi di daerah juga membuka peluang bagi penguatan sektor industri dan kegiatan ekonomi pendukung.

Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Menurut Nurul, kehadiran investasi tidak hanya memberikan dampak melalui pembangunan pabrik atau fasilitas produksi. Aktivitas usaha juga dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang mendorong pertumbuhan berbagai sektor ekonomi di sekitarnya.

Proyek investasi, misalnya, membutuhkan tenaga kerja serta layanan pendukung seperti transportasi, tempat tinggal, kuliner, dan jasa lainnya. Kebutuhan tersebut membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang seiring meningkatnya kegiatan ekonomi di wilayah sekitar proyek.

Dengan demikian, manfaat investasi berpotensi menjangkau masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya usaha baru. Ekosistem ekonomi yang terbentuk juga dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk terlibat dalam rantai pasok maupun layanan pendukung industri.

Pemerataan investasi diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat di berbagai daerah. Dengan berkembangnya kegiatan usaha di luar pusat-pusat ekonomi utama, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan tanpa harus meninggalkan daerah asalnya.

Pemerintah juga menekankan pentingnya memastikan bahwa investasi yang masuk tidak berhenti pada penambahan nilai modal, tetapi turut mendorong kegiatan ekonomi produktif di dalam negeri.

“Inilah yang ingin kita lihat dari investasi. Bukan hanya modal yang masuk, tetapi kegiatan ekonomi yang tumbuh di dalam negeri. Investasi hadir, pekerjaan tumbuh, dan manfaat ekonominya dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” kata Nurul.

Capaian realisasi investasi di luar Jawa yang melampaui Jawa pada semester I 2026 menjadi salah satu indikator penyebaran aktivitas penanaman modal ke berbagai wilayah. Ke depan, dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat akan bergantung pada kemampuan daerah dalam mengembangkan kesempatan kerja, memperkuat usaha lokal, serta membangun keterkaitan antara proyek investasi dan perekonomian setempat. (Sumber: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM & Badan Komunikasi Pemerintah RI)

Diunggah 13 Oktober 2026 pukul 01.27

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar