Live
Nasional

Prabowo Jadikan Karhutla Prioritas Utama, Minta 70.000 Polisi Hutan

Prabowo menegaskan karhutla sebagai prioritas pemerintah, meminta pemenuhan kebutuhan pemadaman, dan mendorong 70.000 polisi hutan serta mitigasi dari desa.

R

Redaksi

13 Oktober 2026 pukul 22.48

Ilustrasi Karhutla. (Foto: BNPB)
Ilustrasi Karhutla. (Foto: BNPB)

Singkatnya

Prabowo menegaskan karhutla sebagai prioritas pemerintah, meminta pemenuhan kebutuhan pemadaman, dan mendorong 70.000 polisi hutan serta mitigasi dari desa.

Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Ia meminta seluruh jajaran terkait bergerak cepat, memperkuat koordinasi, serta tidak ragu mengajukan kebutuhan untuk mempercepat pemadaman kebakaran.

Penegasan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas mengenai penanganan karhutla yang digelar secara hibrida dari Istana Merdeka, Senin 12 Oktober 2026.

“Kalau ada kebutuhan, kalau ada keperluan, apa yang kamu butuh, sampaikan. Ini prioritas sangat utama bagi kita. Kita harus segera atasi ini,” kata Prabowo.

Dalam rapat tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari jajaran TNI, kepolisian, hingga pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan efektif sekaligus menjaga kelestarian hutan Indonesia.

Namun, Prabowo mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman setelah api muncul. Pemerintah perlu memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran dapat diantisipasi sebelum meluas.

Prabowo Minta Jumlah Polisi Hutan Ditingkatkan

Salah satu langkah yang didorong Presiden adalah peningkatan jumlah polisi hutan hingga mencapai 70.000 personel. Penambahan tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan kawasan hutan dari berbagai ancaman, termasuk kebakaran.

Prabowo menilai jumlah polisi hutan yang tersedia saat ini belum memadai untuk mengawasi luasnya kawasan hutan di Indonesia.

“Kalau memang saya minta 70.000 polisi hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” ujarnya.

Ia menekankan, penguatan jumlah personel harus disertai pendidikan dan pelatihan yang memadai. Untuk mendukung upaya tersebut, Prabowo meminta Kapolri membantu proses pendidikan bagi polisi hutan.

“Kapolri nanti bisa bantu, ya, mendidik polisi hutan,” ucapnya.

Pencegahan Karhutla Harus Dimulai dari Desa

Selain memperkuat personel, Presiden menyoroti pentingnya strategi pencegahan dan mitigasi yang dilakukan secara presisi hingga tingkat desa. Pendekatan ini diharapkan membuat pemerintah dapat mengidentifikasi potensi kebakaran lebih awal dan mengambil tindakan sesuai kondisi di lapangan.

Prabowo mengatakan, strategi tersebut telah dibahas bersama para pakar dari berbagai perguruan tinggi, profesor, serta ahli daerah yang memahami karakteristik wilayah masing-masing.

“Paling utama nanti adalah pencegahan, presisi, dan mitigasi di tingkat paling bawah, di tingkat desa,” katanya.

Menurut Presiden, tantangan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak serta pengerahan sumber daya secara besar-besaran. Kondisi alam dan kesulitan di lapangan membuat upaya pemadaman tidak dapat dilakukan secara parsial.

Karena itu, ia meminta seluruh unsur terkait meningkatkan koordinasi dan mempercepat langkah penanganan. Pemerintah juga diharapkan memastikan kebutuhan operasional di lapangan dapat dipenuhi agar upaya pemadaman dan pencegahan berjalan optimal.

“Saya kira, kalau kita tidak turun tangan secara besar-besaran, tidak bisa,” tegas Prabowo.

Penegasan tersebut menunjukkan bahwa strategi pemerintah dalam menghadapi karhutla tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga penguatan pencegahan, mitigasi, dan perlindungan hutan secara berkelanjutan. (Sumber: Bakom RI)

Diunggah 13 Oktober 2026 pukul 22.48

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar