Prabowo Sambut El-Sisi di Istana Merdeka, Indonesia-Mesir Bahas Kerja Sama Strategis
Presiden Prabowo menyambut El-Sisi di Istana Merdeka. Indonesia dan Mesir membahas kerja sama fasilitasi visa, statistik, dan perikanan.

Singkatnya
Presiden Prabowo menyambut El-Sisi di Istana Merdeka. Indonesia dan Mesir membahas kerja sama fasilitasi visa, statistik, dan perikanan.
Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menyambut Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi dalam kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 11 Oktober 2026. Pertemuan kedua pemimpin menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Mesir serta mendorong kerja sama konkret di berbagai sektor.
Penyambutan Presiden El-Sisi berlangsung melalui upacara kenegaraan yang diawali dengan iring-iringan pasukan motoris dan pasukan berkuda yang mengawal rombongan menuju Istana Merdeka.
Kedatangan pemimpin Mesir tersebut disambut antusias oleh para pelajar yang berbaris di sepanjang jalur penyambutan sambil mengibarkan bendera Indonesia dan Mesir. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Tandok dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Prabowo menyambut langsung El-Sisi di sisi barat Istana Merdeka. Kedua kepala negara berjabat tangan sebelum menuju beranda depan istana untuk mengikuti rangkaian upacara penyambutan resmi.
Prosesi dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Mesir, disusul Indonesia Raya. Para pelajar turut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia secara serentak. Penghormatan kenegaraan juga ditandai dengan dentuman tembakan meriam, sebelum kedua pemimpin memeriksa pasukan kehormatan di halaman istana.
Delegasi Indonesia dan Mesir Hadiri Penyambutan
Setelah upacara, Prabowo dan El-Sisi memperkenalkan delegasi masing-masing yang hadir dalam agenda kenegaraan tersebut.
Dari pihak Indonesia, sejumlah pejabat yang hadir antara lain Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono.
Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso.
Sementara itu, delegasi Mesir antara lain dipimpin Kepala Kabinet Kepresidenan Mayor Jenderal Ahmed Mohamed Aly Mohamed Sayed Ahmed. Rombongan juga mencakup Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Urusan Warga Mesir di Luar Negeri Badr Ahmed Mohamed Abdelatty.
Selain itu, hadir Menteri Transportasi Kamel Abdelhady Farag El-Wazir, Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Mohamed Farid Mohamed Saleh, serta Menteri Perindustrian Khaled Hashem Ali Maher.
Delegasi Mesir turut dihadiri Direktur Kantor Presiden Omar Alskhattab Marwan Abdallah Arafa, Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser El-Shemy, dan Juru Bicara Resmi Kepresidenan Mesir Mohamed Ibrahim Abdelkhalek Elshinawy.
Prabowo dan El-Sisi Gelar Pertemuan Empat Mata
Usai upacara penyambutan, rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan penandatanganan buku tamu kenegaraan dan sesi foto bersama di Ruang Kredensial Istana Merdeka.
Presiden El-Sisi kemudian menuju ruang kerja Prabowo untuk melaksanakan pertemuan empat mata atau tête-à-tête. Agenda tersebut menjadi bagian penting dari kunjungan kenegaraan untuk membahas isu strategis dan memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Sejumlah bidang kerja sama yang menjadi pembahasan meliputi fasilitasi visa, statistik, dan perikanan. Kedua negara juga membahas rencana aksi untuk meningkatkan hubungan kemitraan strategis Indonesia dan Mesir.
Kunjungan kenegaraan ini menjadi kesempatan bagi kedua pemerintah untuk melanjutkan dialog tingkat tinggi dan mengembangkan kerja sama di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Melalui pembahasan tersebut, Indonesia dan Mesir diarahkan untuk memperkuat hubungan bilateral melalui agenda kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan. (Sumber: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Diunggah 11 Oktober 2026 pukul 22.44
